UIN SGD Bandung Siapkan World Class University

Bandung Raya

Jumat, 18 Oktober 2019 | 19:04 WIB

191018190520-uin-s.jpg

ist

Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SG Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag.

FAKULTAS Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menyelenggarakan simulasi “Sistem Manajemen Strategis Elektronik (e-SMS)” bagi smua pemangku kebijakan di lingkungan fakultas. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu komitmen untuk menopang UIN SGD Bandung dalam mempersiapkan diri menjadi universitas kelas dunia (world class university) tahun 2039-2045.

Dekan Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. menargetkan, pengisian dashboard e-SMS bisa selesai paling lambat 30 Oktober 2019 sehingga dapat didistribusikan kepada semua struktur fakultas.

"Kita tidak dapat menghidar dari aplikasi digital.  Kita semua menghadapi tantangan untuk beradaptasi mengisi dashboard e-SMS. Oleh karena itu secara struktural mulai dekan, wakil dekan, ketua dan dan sekretaris program studi, ketua laboratorium, pengelola jurnal, dan tata usaha saya libatkan untuk membangun komitmen," ujar pria yang akrab dipanggil Yudi, di ruang kerjanya,  Kampus I Jalan A.H. Nasution 105, Cipadung, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019).

Menurut Yudi, e-SMS merupakan sebuah indikator penilaian Kerangka Pengembangan UIN SGD Bandung dalam lanskap pengukuran kinerja perguruan tinggi keagamaan islam negeri (PTKIN) yang dirancang oleh Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

"e-SMS memetakan desain utama pengembangan PTKIN pada 3 (tiga) tahapan, yaitu  satuan kerja (Satker) Biasa dengan sasaran good university governance (GUG); satker badan layanan umum (BLU) dengan sasaran teaching university; dan satker perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH) dengan sasaran research university," paparnya.

Dikatakannya, ada empat tahapan pengembangan PTKIN berdasarkan kerangka e-SMS yaitu, good university governance (GUG), university’s performance Improvement (UPI), competitive advantages university (CAU), dan  global recognition university (GRU).

"Setiap tahapan yang meliputi fasilitas, peningkatan kemampuan SDM,  peningkatan kepemimpinan, manajeman, riset, publikasi, dan peningkatan layanan ini memiliki skor penilaian dan persentase masing-masing,” ujarnya.

Yudi berharap, upaya yang dilakukannya bersama jajarannya  akan membuahkan hasil yang maksimal untuk memperbaiki akreditasi prodi-prodi di fakultas ushuluddin.  Dia menargetkan, minimal setiap prodi terakredikasi B dan harus terus meningkat sampai A.

“Itu yang diamanatkan Pak Rektor. Ini sebuah tantangan bagi saya dan semua stakeholder di fakultas. Nah, salah satu upaya untuk meningkatkan akreditasi prodi, kami mencoba menerapkan aplikasi e-SMS. Jika ini dapat diaplikasikan semua preangkat SDM, maka saya yakin target akan terpenuhi. Saya optimistis akreditasi A akan tercapai,” katanya.


Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA