PT BIJB Fokus Kembangkan Kargo untuk Menunjang E-commer

Bandung Raya

Jumat, 18 Oktober 2019 | 16:33 WIB

191018163145-pt-bi.jpg

Anthika Asmara

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati bakal fokus untuk kembangkan kargo sebagai penunjang terciptanya pusat e-commer terbesar di Indonesia. PT BIJB telah melakukan MoU dengan sejumlah perusahaan kargo besar dalam ajang West Java Investment Summit (WJIS) di Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat (18/10/2019).

Direktur PT BIJB Muhammad Singgih mengatakan, pihaknya sudah melakukan nota kesepahaman untuk pengembangan dan pengelolaan kargo di bandara yang menjadi kebanggaan warga Jawa Barat tersebut. Ada tiga perusahaan yang bakal menjalin kerjasama yaitu, PT Pos, PT Pos Logistik dan PT Jasa Angkasa Semesata.

"Tiga perusaan ini akan menjadi mitra kami dalam pengembangan dan pengelolaan kargo di BIJB, karena Jawa Barat merupakan e-Commer terbesar dari tiga provinsi lain seperti DKI Jakarta dan Banten," kata Singgih.

Lebih lanjut Singgih menjelaskan, ada 500 meter persegi lahan yang memang bisa dimanfaatkan dan di makskmalkan untuk kawasan kargo. Artinya ada setengah bagian lahan di BIJB yang bisa dijadikan pusat kargo.

"Saat ini sudah ada, namun kami mengharapkan untuk dikembangkan lagi, sesuai harapan pak Gubernur. BIJB harus menjadi pusat e-commer, dengan demikian kargo harus dimaksimalkan lagi di BIJB," ucap Singgih.

Terkait jumlah investasi Singgih mengaku, belum mengarah pada angka besaran nilai yang akan perusahaan tersebut di investasikan. Akan tetapi kata dia, pihaknya lebih dulu untuk menjalin kerjasamanya.

Singgih menjelaskan, dari contoh sebelumnya untuk 500 meter persegi lahan untuk gudang kargo investasi mencapai Rp 30 Miliar, "sebelumnya sudah ada yang investasi sebesear Rp 30 Miliar untuk logistik, saya harap ini bisa lebih besar lagi," ucapnya.

Kemudian terkait maskapai untuk kepentingan kargo Singgih menjelaskan, maskapai menjadi tanggungjawab investor. Pasalnya perusahaan yang bergelut pada bidang kargo sudah bekerjsama juga dengan perusahaan maskapai.

"Kami di sini menyiapkan kawasan, maskapai menjadi tanggungjawab Investor, maka justru itu saya pun melakukan kerjasama dengan investor itu," ucapnya.

Singgih menambahkan, proses invetasi untuk kargo akan dimulai pada tahun depan, karena kebutuhan kargo tahun depan dipastikan akan meningkat.

"Dengan dibukanya pasar umroh pada bulan November nanti, kebutuhan kargo juga diyakini akan meningkat, kedepan satu bulan dua kali akan ada pemberangkatan untuk umroh ke Arab Saudi," ucapnya.

Bukan hanya itu BIJB juga menjalin kerjasama dengan salah satu investor berasal dari Tiongkok untuk pengembangan Aero City, kata Singinggih, perusahaan dari Tiongkong nantinya akan menjadi pengembang dan pengelola aerocity BIJB.

"Kami dengan investor dari Tiongkong dalam langkah proses kerjasama, sifatnya nanti mereka adalah sebagai pengembang dan Cluster," ucapanya.

Singgih berharap, tahun depan dua invetasi ini sudah bisa berjalan, seiring terus perkembangan dan peningkatan sarana serta prasa BIJB.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA