BPJS Ketenagakerjaan Raih 2 Penghargaan Certificate of Excellence

Bandung Raya

Jumat, 18 Oktober 2019 | 16:14 WIB

191018161529-bpjs-.jpg

Krisbianto


BPJS Ketenagakerjaan patut berbangga, betapa tidak  pada pertemuan institusi jaminan sosial sedunia World Social Security Forum {WSSF) di Brussels, Belgia, Rabu (16/10/2019). kegiatan ini, diselenggarakan oleh International Social Security Association (ISSA) dan dihadiri oleh 152 negara. Hal ini, BPJS Ketenagakerjaan meraih 2 (dua) penghargaan tertinggi dari ISSA dalam hal pengembangan dan pemanfaatan Sistem Teknologi Informasi (TI) dan pelaksanaan program Return to Work.

Penghargaan yang diterima oleh BPJS Ketenagakerjaan hanya diberikan kepada lembaga yang mampu mengimplementasikan pedoman dan standar internasional jaminan sosial (Guidelines) dari ISSA. Penghargaan tersebut, dinamakan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Information Communication Technology (ICT) dan ISSA Certificate of Excellence in Social Security Administration for Return to Work (RTW) program.

BPJS Ketenagakerjaan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia, dari 7 (tujuh) penerima penghargaan dari ISSA pada kegiatan tersebut. Sekretaris Jenderal ISSA Marcelo Abi-Ramia Caetano, mengatakan, sistem IT dan program RTW BPJS Ketenagakerjaan telah berhasil memenuhi semua aspek Guidelines yang ditentukan ISSA. Bahkan memberikan masukan yang sangat luar biasa bagi ISSA untuk penyempurnaan Guidelines di tahun=tahun mendatang.

Seremonial pemberian penghargaan ISSA ini, disaksikan langsung lebih dari 1.000 delegasi WSSF yang merupakan perwakilan dari lebih dari 300 institusi jaminan sosial yang berasal dari 152 negara. Pertemuan WSSF  ini, berlangsung dari tanggal 14 - 18 Oktober 2019 dan dihadiri oleh menteri dan petinggi jaminan social sedunia.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengungkapkan, apresiasi ini menjadi penyemangat dan motivasi bagi insan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh Indonesia. Penghargaan ini sangat spesial, karena lembaga jaminan sosial di Indonesia baru pertama kali menerima penghargaan setingkat ISSA Certificate of Excellence.

“Baru pertama kali juga, satu lembaga sekaligus langsung mendapatkan 2 (dua) award, untuk ICT dan RTW. Tentunya ini, berkat kerja cerdas dan keras dari seluruh pegawai yang didukung oleh semua stakeholder kami,” ungkapnya.

Kunci pengembangan sistem TI BPJS Ketenagakerjaan ini, katanya, pihaknya berusaha mengoptimalkan kapasitas internal, dalam mengembangkan sistem TI yang handal. Tentunya, tetap efisien dan memenuhi standar keamanan yang baik.

Pengembangan TI ini, oleh internal BPJS Ketenagakerjaan juga berdampak pada sistem TI yang lebih fleksibel sehingga dapat lebih tanggap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
 
“Berbagai inovasi yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan seperti system keagenan PERISAI, aplikasi mobile BPJSTKU, hingga antrian online. Hak ini, untuk Klaim JHT dapat berjalan baik berkat dukungan sistem TI yang mumpuni," papar Agus.

Sedangkan, pelaksanaan progran RTW dari BPJS Ketenagakerjaan telah mengalami perkembangan pesat, dengan jumlah pekerja korban kecelakaan kerja yang telah bekerja kembali mencapai 583 orang.

“Hal ini, tercapai berkat sistem tata kelola RTW yang terencana dengan baik, dengan dukungan personil case manager yang bekerja tak hanya mengandalkan profesionalitas saja tetapi mengedepankan empati pula. Tentunya, juga berkat kerjasama kami dengan 7.417 rumah sakit yang berperan sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dan perusahaan peserta kami di seluruh Indonesia," ujar Agus.

Sementara itu, Pps. Kepala Kantor Cabang Cimahi, Hari Santoso memberi tanggapannya mengenai keberhasilan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendapatkan penghargaan ini. Dua Penghargaan ini, menjadi bukti nyata bagi dunia bahwa pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia telah sesuai, bahkan diatas standar Internasional.

“Penghargaan ini, juga memicu kami untuk terus berusaha lebih baik lagi dalam melindungi dan memberikan kemudahan pelayanan kepada seluruh masyarakat pekerja Indonesia. Harapannya kami, seluruh pekerja Indonesia bisa terlindungi jaminan social, serta manfaat yang diberikanakan semakin meningkat. Pada akhirnya, kami akan terus menjadi jembatan menuju kesejahteraan bagi seluruh pekerja,” pungkas Hari. (Krisbianto)





Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA