Kominfo Targetkan 2.000 Pedagang Pasar Kota Bandung Miliki Toko Online

Bandung Raya

Jumat, 18 Oktober 2019 | 09:43 WIB

191018094429-komin.jpg

Rio Ryzki Batee

Kasi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan Kominfo, Puti Adella Elvina memberikan edukasi kepada para pedagang di Pasar Sarijadi, Jalan Sari Asih, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019).

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan 2 ribu pedagang pasar di Kota Bandung untuk memiliki toko online di marketplace.

Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan Kominfo, Puti Adella Elvina mengatakan, upaya edukasi dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM dinilai lebih efektif, karena kesibukan para pedagang di kios mereka.

"Kami terus melakukan sosialisasi serta edukasi di pasar-pasar , untuk menjaring dan menciptakan kantung-kantung ekosistem baru di pusat perniagaan. Bahkan pada 17 Oktober hingga 2 November 2019, kami door-to-door ke enam pasar di kota Bandung," ungkapnya pada Grebeg Pasar UMKM Go Online di Pasar Sehat Sarijadi, Jalan Sari-Asih, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019).

Menurutnya, selama 12 hari, Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Kominfo melalui Relawan Pandu Digital akan melakukan sosialisasi, edukasi dan pendampingan pemanfaatan marketplace di enam pasar untuk menunjang pelaku UMKM berdagang. Pihaknya berharap dengan adanya ekosistem baru, maka akan memudahkan pemangku kepentingan melakukan pembinaan.

"Kami berharap dari marketplace maupun dari dinas-dinas terkait segera melakukan pendampingan dan pembinaan. Sehingga pelaku UMKM ini merasakan manfaat hadirnya platform digital yang lebih aman dan nyaman untuk berdagang," tuturnya.

Sementara itu, Enam pasar yang menjadi target adalah Pasar Baru, Pasar Andir, Pasar Banceuy, Pasar Palasari, Pasar Cicadas, dan Pasar Kosambi. Selain menyisir pasar, para relawan juga menyebar ke pusat-pusat perniagaan lain untuk memaksimalkan waktu.

Ade menerangkan, dengan bergabungnya para pelaku UMKM di pasar-pasar ke marketplace, maka akan membuka peluang baru berkembangnya pasar tradisional ke pasar digital. Dengan demikian, tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvesional, pedagang juga dapat aktif berdagang di kanal-kanal perdagangan secara elektronik (e-commerce).

"Dengan berkembangnya pasar tradisional ke pasar digital, maka industri-industri lain juga akan mendapat keuntungan. Jasa pengiriman misalnya, platform pembayaran digital dan perlengkapan packaging sudah pasti akan tumbuh sebagai industri pendukung layanan belanja online," jelasnya.

Ia meyakini jika ekosistem ini benar-benar terwujud, pasar tradisional tetap akan menjadi sentra perdagangan dua jalur, yaitu offline dan digital.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce, Dinas Perdagangan dan Industri kota Bandung, Meiwan Kartiwa mendukung program Kementerian Kominfo terkait upaya memaksimalkan para pedagang pasar tradisional. Oleh karena itu, kesempatan yang diberikan Kementerian Kominfo tersebut mampu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha.

Pihaknya membuka lebar pintu kerjasama berkelanjutan, dengan Kementerian Kominfo untuk program pengembangan digitalisasi perdagangan. Sebab Pemkot Bandung sendiri saat ini tengah gencar membuka kemunculan wurausaha baru di setiap Kecamatan.

"Perlu kerja sama yang berkelanjutan, bukan hanya sesaat. Dan untuk pedagang yang sudah masuk online nantinya akan kami bina. Di antaranya kami berikan workshop dan pelatihan, dan tentu saja ada pendampingan sebagai antisipasi adanya persoalan teknis menyangkut sarana digital," ucapnya.

Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) kota Bandung sejak tahun 2017 hingga September 2019 sudah melakukan pembinaan terhadap 410 pelaku usaha. Jumlah tersebut merupakan pelaku usaha yang sudah memanfaatkan teknologi digital, dan sudah kerjasama dengan salah satu marketplace. Meski begitu, para pedagang pasar tradisional di kota Bandung belum mendapatkan kesempatan tersebut dari Disdagin.

"Tentu saja program ini menjadi kesempatan juga bagi kami, untuk melakukan pendataan sekaligus memperbaharui basis data para pedagang pasar tradisional," ungkapnya.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA