Bandara Husein Sastranegara Kurang Maksimal, PAD Kota Bandung Turun

Bandung Raya

Kamis, 17 Oktober 2019 | 16:28 WIB

191017163135-banda.jpg


KURANG maksimalnya Bandara Husein Sastranegara, memberikan dampak yang signifikan terhadap menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung. Mengingat pengalihan penerbangan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Melihat hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengaku pesimis dengan pencapaian target PAD Kota Bandung. Pasalnya, aktivitas di Bandara Husein Sastranegara mulai sepi setelah penerbangannya dialihkan ke Bandara BIJB Kertajati.

"Banyak yang mengeluhkan PAD pemkot akan berkurang dan ini mengkhawatirkan sekali. Setelah penerbangan Bandara Husein Sastranegara dialihkan, kami melihat penumpang mulai sepi," ungkapnya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Kamis (17/10/2019).

Menurutnya, sepinya aktivitas penumpang di Bandara Husein Sastranegara, lantaran tak ada lagi tujuan penerbangan dari luar daerah. Sehingga berdampak pada kunjungan turis ke Kota Bandung.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, penerbangan dari Kota Bandung dari dan keluar daerah harus transit di bandara BIJB. Dimana membuat turis banyak memilih ke kota tujuan lain, dibanding Kota Bandung.

"Seperti untuk hotel dan restoran, yang kunjungan wisata dan lain-lain mulai menurun drastis akibat peralihan Bandara tersebut," katanya.

Pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk jeli dalam menyikapi hal tersebut. Karena memberikan dampak yang signifikan kepada menurunnya okupansi hotel maupun restoran.

"Kota Bandung yang dulunya dikenal dengan tempat seminar, wisatawan, sekarang mulai dirasakan penurunannya. Malah informasinya tujuan wisatawan mulai pindah ke Yogyakarta. Maka kami berharap pemerintah provinsi bijaksana melihat kondisi ini," tuturnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA