Bupati Bandung Minta BPJS Bayar Tunggakan

Bandung Raya

Kamis, 17 Oktober 2019 | 16:17 WIB

191017160905-bupat.jpg

BUPATI Bandung H. Dadang M. Naser berharap Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Pusat untuk menjalin koordinasi dengan Presiden RI dan Menteri Keuangan untuk pinjam uang ke bank negara, seperti BNI dan BRI.

Pernyataan Bupati Bandung itu berkaitan dengan tunggakan BPJS terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soreang, Majalaya dan RSUD Cicalengka yang mencapai puluhan miliar rupiah yang hingga saat ini belum dibayar.

"Saya imbau kepada BPJS Pusat untuk koordinasi dengan presiden dan menteri untuk pinjam uang ke bank negara, seperti BNI dan BRI. Kalau kita pinjam, siapa yang bayar?" kata Dadang, Kamis (17/10/2019).
 
Menurut Dadang, dengan adanya tunggakan BPJS ke sejumlah rumah sakit di Kabupaten Bandung, menjadi hambatan dalam pelayanan kesehatan yang menggunakan kepesertaan/kartu BPJS.

"BPJS masih punya tunggakan cukup besar ke RSUD Majalaya, yaitu mencapai Rp 40 miliar. Tunggakan BPJS ke RSUD Soreang sebesar Rp 30 miliar, belum lagi tunggakan ke RSUD Cicalengka," katanya.

Untuk meningkatkan pelayanan publik, imbuh Dadang, khususnya dalam pelayanan kesehatan, BPJS untuk segera menyelesaikan tunggakan tersebut. Hal itu berkaitan dengan pelayanan negara terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Dadang menyatakan, persoalan itu sudah disampaikan kepada presiden. Ia berharap, BPJS di Kabupaten Bandung untuk pinjam ke BPJS Pusat.


Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA