Jelang Pelantikan Presiden, Aliansi Masyarakat Jabar lakukan aksi damai

Bandung Raya

Kamis, 17 Oktober 2019 | 14:49 WIB

191017142000-jelan.jpg

Rio Ryzki Batee

UNTUK menjaga kondusifitas jelang pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jawa Barat (Alam Jabar) melakukan aksi damai, selama tiga hari di Gedung Merdeka.

Dalam aksi damainya tersebut, mereka membagikan bunga kepada warga sekitar maupun pengendara yang lewat. Selain itu, juga membagikan selebaran yang mengajak untuk ikut menjaga kondusifitas, menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Koordinator Aksi, Iqbal Firmasnyah mengatakan bahwa massa yang berasal dari berbagai komunitas, mahasiswa maupun masyarakat umum, merasa prihatin karena masih ada pihak yang berusaha mengganggu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Upaya tersebut, dapat melalui aksi unjuk rasa yang cenderung bersifat anarkis, maupun melalui tindakan provokatif di media sosial.

"Untuk pelantikan tidak ada provokasi atau aksi anarkis lagi. Yang penting pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar dan kondusif," ungkapnya disela-sela kegiatan di Gedung Merdeka, Jln. Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (17/10/2019).

Menurutnya, masyarakat harus paham bahwa hasil pilpres yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo dan KH. Ma'aruf Amin, sudah merupakan keputusan final dari demokrasi. Dimana mempunyai kedaulatan penuh di tangan rakyat Indonesia.

"Kami khawatir ada politisasi dari kepentingan kelompok yang memiliki tendensi kepentingan akan politik liar, seperti hendak menurunkan Presiden Jokowi yang sudah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres," katanya.

Dikatakannya aksi simpatik ini wujud himbauan kepada masyarakat Jawa Barat, untuk menahan diri dan menjaga wilayah dan negeri ini agar tetap kondusif.

"Alam Jabar mendukung setiap langkah strategis pemerintah yang berlangsung pada periode 2019-2024. Hal yang patut diwaspadai dan diantisipasi oleh rakyat Indonesia, adalah upaya yang mengarah pada upaya merusak tatanan kehidupan berbangsa," jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat agar peduli dan memperkokoh barisan di garis depan, untuk bersama-sama mensukseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar warga mewaspadai ancaman terorisme dan provokasi, yang mengganggu kondusifitas wilayah Jawa Barat.

"Jangan sampai mudah terprovokasi, fitnah dan kabar bohong. Serta ciptakan Jawa Barat yang kondusif menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA