Pemberdayaan Anak-anak Panti dan Disabilitas Sangat Penting

Bandung Raya

Rabu, 16 Oktober 2019 | 20:26 WIB

191016202740-pembe.jpg

Irwina Istiqomah

DINAS Sosial (Dinsos) Jawa Barat merangkul dunia usaha, industri, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam rangka pemberdayaan anak-anak panti dan disabilitas. Mengusung program Panti Juara, Dinsos Jabar menginginkan agar anak-anak yang berada dalam pengasuhan panti mendapatkan masa depan yang cerah.

Kepala Dinsos Jabar, Dodo Suhendar mengatakan bahwa masalah sosial begitu banyak sehingga pihaknya secara bertahap bakal melakukan perbaikan panti. Anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun penyandang disabilitas dilatih hingga bisa mandiri.

"Mereka nanti bisa bekerja di kedai kopi, perhotelan, dan restoran sampai dengan masalah sosial dapat kita atasi. Kita programkan Panti Juara sehingga mereka percaya diri karena berpendidikan dan memiliki pekerjaan," tuturnya di Kantor Dinsos Jabar, Rabu (16/10/2019).

Ia menyebut bahwa kemampuan pemerintah hanya 20 persen sehingga membutuhkan kolaborasi untuk bisa mencapai 100 persen, temasuk dalam memecahkan permasalahan sosial. Dinsos Jabar bersama stakeholder pun akan meemetakan problematika sosial ini mulai dari kebutuhan para disabilitas seperti kursi roda, pelatihan keterampilan, sampai dengan pemberdayaan keluarga miskin dan rumah layak huni.

"Dengan sinergitas, terkait keterbatasan pembiayaan pemerintah tidak akan menjadi alasan lagi untuk memberikan pelayanan yang lebih banyak kepada masyarakat," ujarnya.

Dodo melanjutkan, pihaknya juga akan membentuk forum khusus mengatasi permasalahan sosial. Sebab, selama ini setiap instansi berjalan sendiri-sendiri yang akibatnya tidak terjadi pemerataan kesejahteraan.

"Kalau masing-masing kan ada yang kebagian dan ada yang tidak dapat. Ada yang dapat banyak dan ada yang dapat sedikit. Dengan kehadiran forum nanti kita bisa dengarkan potensi dan kebutuhannya apa saja. Tinggal kita fasilitasi. Jadi, forum ini sebagai wadah untuk bertemu dan berkomunikasi serta ada pembagian tugas sehingga terjadi pemerataan potensi maupun jumlah penerima bantuan," bebernya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar, Herman Muchtar menyambut baik pemberdayaan para penyandang disabilitas. Menurutnya, sudah menjadi kewajiban bersama, termasuk pengusaha, memberikan ruang bagi kaum disabilitas untuk mengasah keterampilannya.

"Dari dulu kalau memang ada, kita bisa salurkan. Di hotel-hotel kan ada banyak CSR. Mereka bisa bekerja di hotel, misalnya disabilitas yang memakai kursi roda bisa untuk menerima telepon," tuturnya.

Ia menyebutkan terdapat 3.000 hotel dan 12.000 restoran yang tersebar di seluruh wilayah Jabar. Kendati demikian, ia tidak menampik bahwa penyerapan tenaga kerja untuk kalangan disabilitas masih terpusat di Kota Bandung.

"Tentu kita siap memberikan pelatihan agar mereka bisa bekerja. Kita harus menolong mereka supaya menjadi terampil. Sudah ada beberapa hotel yang menerima tenaga kerja disabilitas seperti Hotel Cinnamon. Tapi, memang masih banyak di Kota Bandung," terangnya.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA