2019, Jadi Tahun Terberat untuk Membangun Perumahan

Bandung Raya

Rabu, 16 Oktober 2019 | 16:01 WIB

191016160143-2019-.jpg

Irwina Istiqomah


KETUA Umum DPP Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan (Himperra), Endang Kawidjaja menyebut bahwa tahun 2019 ini merupakan tahun terberat untuk sektor properti.

"Tahun 2019 ini tahun tersulit selama 24 tahun saya menjadi pengembang rumah, terutama rumah sederhana atau rumah subsidi," katanya di Permata Garden Bandung, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, kesulitan yang dihadapi oleh pihaknya lantaran anggaran untuk rumah subsidi berkurang. Ditambah pula mekanisme APBN Perubahan Tahun 2019 ini tidak ada.

"Tahun ini kan ada penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang cukup memberikan imbas. Alokasi subsidi perumahan rakyat tahun ini jadinya terbatas, sehingga kami sebagai pemain di sektor properti bisa dikatakan kehabisan bahan bakar," tuturnya.

Kendati demikian, ia optimistis dapat melalui tantangan ini dengan baik. Pasalnya, pemerintah memiliki cadangan program yakni Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Ia mengatakan bahwa pemerintah berupaya memberikan kemudahan bagi warga untuk bisa memiliki rumah subsisi melalui program BP2BT seperti terkait sertifikat laik fungsi (SLF), uang muka, dan masa tabungan.

"Program BP2BT tersedia 14 unit rumah, tetapi diujicobakan dulu 500 unit dan itu harus terserap pada bulan ini. Makanya, saya mengimbau kepada seluruh anggota Himperra untuk bisa masuk atau terlibat dalam Program BP2BT dibandingkan menunggu program lain," jelasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA