Satgas Citarum Harum Buka Coran Penutup Saluran Limbah Cair

Bandung Raya

Rabu, 16 Oktober 2019 | 15:38 WIB

191016153920-satga.jpg

Engkos Kosasih

SATUAN Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Sektor 4/Majalaya Kabupaten Bandung membuka penutup saluran limbah cair yang sebelumnya dicor dengan menggunakan semen, batu dan pasir, Rabu (16/10/2019).

Pembukaan itu dilaksanakan jajaran TNI dari Satgas Citarum Harum di lokasi instalasi pengolahan air limbah CV Gajah Mada Jalan Balekambang RT 04/RW 12, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung disaksikan pemilik perusahaan Haryono, Anggota Babhinkamtibmas dan Babinsa Desa Sukamaju, serta aparat Desa Sukamaju turut hadir dan menyaksikan membuka penutup saluran pembuangan limbah cair tersebut.

Sebelumnya, pengecoran instalasi pengolahan air limbah cair (IPAL) itu karena CV Gajah Mada membuang limbah cair dengan chemical oksigen demand (COD) lebih dari 250.

Kegiatan tersebut langsung dipimpin Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso dan didampingi jajaran TNI lainnya.

Sebelum dibuka, Kustomo dengan pihak perusahaan sempat meninjau lokasi instalai pengolahan air limbah (IPAL) dan memastikan air dari sisa pengolahan IPAL itu benar-benar ramah lingkungan. Dalam berita acara kegiatan tersebut, Kustomo menjelaskan, perusahaan tekstil yang memproduksi kain dan pencelupan itu sudah melakukan perbaikan pengolahan air limbah produksi dengan penambahan infrastruktur.

"Perbaikan bak equalisasi yang terdiri dari perbaikan colling tower dan perbaikan air cipratan di colling tower. Selain itu proses bakteri sudah dijalankan (dalam taraf perbaikan)," katanya.

Di sekitar IPAL tersebut, pihak perusahaan telah melaksanakan pengadaan bak airasi. Selain itu pembuatan instalasi pipa keluaran bak kimia, serta melakukan pembuatan bak outlet dan meteran. Hal itu berdasarkan hasil pelaksanaan verifikasi lapangan dan temuan fakta-fakta tersebut di lapangan.

Pihak melalui HRD/Pesonalia Dede Sukmana mengaku bersyukur dengan dibukanya cor penutupan saluran pembuangan limbah cair itu. "Kami berharap, setelah dibukanya cor ini, operasional perusahaan kembali stabil kedepannya," katanya.

Dede mengatakan, setelah ada penutupan saluran pembuangan limbah cair, ada beberapa mesin tekstil yang tak operasional. Namun ada di antara mesin yang dipertahankan dan harus tetap jalan, sehingga sejumlah pekerja tetap masuk kerja.

Pantauan galamedianews.com, terlihat puluhan pekerja masih bekerja untuk mempertahankan kelangsungan perusahaan tersebut. Pihak perusahaan maupun karyawan, dengan dibukanya penutup coran itu, operasional perusahaan bisa kembali normal dan lebih berkembang. Meski demikian, pihak perusahaan tetap menjaga kualitas IPAL supaya tetap ramah lingkungan.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA