Kondisi Industri Tekstil di Kabupaten Bandung Makin Terpuruk

Bandung Raya

Rabu, 16 Oktober 2019 | 10:28 WIB

191016102855-kondi.jpg

net

Ilustrasi.


KONDISI industri tekstil di Majalaya Kabupaten Bandung semakin parah. Kondisi terburuk ini dipicu oleh impor barang tekstil dari luar negeri masuk ke dalam negeri.

"Ini dampak impor produk dan barang tekstil yang terus masuk ke dalam negeri. Imbasnya, perusahaan tekstil kita menjadi terpuruk, dan membuat kondisi tekstil kita semakin parah," keluh perwakilan pengusaha tekstil H. Asep Gunawan kepada galamedianews.com di Majalaya, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, kondisi pertekstilan di Kabupaten Bandung semakin sulit untuk berkembang karena hasilnya sulit bersaing. Akibat sulitnya memasarkan produksi tekstil, para pengusaha terpaksa mengurangi waktu kerja.

"Kami sudah tak sanggup lagi membayar upah kerja dengan waktu kerja normal. Makanya, salah satu solusi mengurangi waktu kerja menjadi tiga hari dalam seminggu," keluhnya.

Selain efisiensi jam kerja, kata Asep, sejumlah pekerja dari masing-masing perusahaan sudah dirumahkan. Dengan harapan mereka masih bisa bekerja setelah perusahaan kembali pulih dalam operasionalnya.

"Untuk memulihkan kondisi pertekstilan dalam negeri, salah satu cara pemerintah harus segera menghentikan impor produk tekstil. Minimal mengurangi atau membatasi produk tekstil dari luar masuk ke dalam negeri," ungkapnya.

Menurutnya, jika pemerintah tak mengambil langkah-langkah seperti itu, perusahaan tekstil di Kabupaten Bandung hanya menunggu waktu kelangsungannya. Salah satu ancaman terburuk yaitu gulung tikar atau menghentikan operasional dan para buruhnya terpaksa di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Asep mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat guna menyelamatkan nasib perusahaan tekstil. Apalagi satu perusahaan tekstil mempekerjakan ratusan pekerja, bahkan ada yang mencapai ribuan orang.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA