Revitalisasi Taman Gedung Sate Capai Rp Rp 14,9 Miliar Dikritisi Dewan

Bandung Raya

Selasa, 15 Oktober 2019 | 17:57 WIB

191015175849-revit.jpg

AyoBandung.com

DPRD Provinsi Jawa Barat mengomentari besarnya revitalisasi taman yang memakan anggaran hingga Rp 14,9 miliar. Pengerjan revitalisasi taman Gedung Sate tersebut dikabarkan akan usai akhir tahun ini.

Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady mengatakan, anggaran terlalu besar, spek yang dikerjakan hingga saat ini belum tahu, dan berapa luasan taman yang di revitalisasi.

"Yang saat amati jika dilihat memang cukup besar dengan anggaran tersebut," kata Daddy di Bandung, Selasa (15/10/2019).

Saat ini sejumlah sudut di Gedung Sate termasuk area taman Gedung Sate sedang dilakukan revitalisasi dengan konsep akses masyarakat lebih terbuka. Revitalisasi tersebut menghabiskan anggaran Rp 14,9 miliar. Pembangunan revitalisasi yang sedang dikerjakan ini direncanakan rampung akhir tahun 2019. Sehingga pada tahun 2020, Gedung Sate akan memiliki wajah baru.

Menurut Daddy, pada prinsipnya jika spek dan luas taman yang direvitalisasi dengan anggaran sebesar itu, maka hal itu bisa disebut pemborosan. Namun, jika rincian pekerjaan dan luas taman yang direvitalisasi itu panjang dan rinciannya bisa dipertanggungjawabkan, maka tidak menjadi masalah.

“Kalau itu (pengerjaan revitalisasi taman) dilihat dari sisi pekerjaannya tidak logis, maka itu bisa disebut pemborosan. Akan tetapi, kalau pekerjaannya bisa masuk akal dengan anggaran sebesar itu, kenapa tidak. Pertanyaannya, seberapa logis item yang ada itu,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Oleh Soleh menuturkan, revitalisasi taman di kawasan Gedung Sate itu barangkali sudah masuk ke dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2019. Pada prinsipnya, kata dia, DPRD tidak mempermasalahkan revitalisasi tersebut selama tujuannya untuk kepentingan bersama.

Oleh menuturkan, layak atau tidaknya anggaran revitalisasi taman sebesar Rp 14,9 miliar, tergantung volume pekerjaan yang dilakukan.

Mengenai besaran anggaran revitalisasi taman itu, kata Oleh, hal itu tentunya sudah berada di dinas terkait, dengan catatan tidak melanggar aturan-aturan yang ada. Bahkan, dia pun mendorong agar setiap instansi mampu mereduksi penggunaan anggaran untuk program-program yang dianggap kurang penting. Dia menegaskan jangan sampai ada pekerjaan yang tidak layak, malah dibiayai APBD.

“Yang penting adalah tujuan untuk bagaimana membuat lingkungan sekitar Gedung Sate ini agar tertib, rapi, dan nyaman, kami sepakat. Sebab, Gedung Sate ini menjadi etalase Jawa Barat yang perlu dijaga. Jika etalase ini bagus, maka kesan pertama orang yang datang ke Gedung Sate akan mendorong pamor Jawa Barat. Namun, efisiensi anggaran juga perlu dilakukan,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Biro Umum Setda Jabar, Iip Hidajat mengatakan, revitalisasi kawasan Gedung Sate ini meliputi sejumlah taman di halaman depan dan belakang gedung. Proses pengerjaan sudah dilakukan secara marathon.

“Halaman depan rencananya mau dibikin plaza dan penataan taman ada air mancurnya. Halaman belakang itu juga sama, jadi ada penataan taman dan kantin ada panggung besar. Revitalisasi ini DPA kita Rp 18 miliar. Pemenang lelangnya karena terbuka, nilai kontraknya menjadi Rp 14,9 miliar,” kata Iip, beberapa waktu lalu.

Iip menegaskan, proyek revitalisasi ini sudah melalui kajian mendalam dengan melibatkan berbagai pihak khususnya tim cagar budaya Bandung. Pihaknya tidak ingin revitalisasi ini nantinya malah mendatangkan persoalan, khususnya dalam hal cagar budaya. Dikatakan dia, taman-taman di Gedung Sate nantinya sangat terbuka diakses masyarakat. Pihaknya ingin masyarakat tidak hanya berkumpul di halaman depan Gedung Sate, melainkan spot-spot lainnya.

“Jadi kita sangat berhati-hati, makanya kita koordinasi dan kolaborasi dengan ahli, sisi mana yang dimungkinkan dipercantik atau dibangun dan bagian mana yang tidak boleh,” tuturnya.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA