Tokoh Ulama Kabupaten Bandung Berharap Pelantikan Presiden Berlangsung Kondusif

Bandung Raya

Selasa, 15 Oktober 2019 | 13:30 WIB

191015133141-tokoh.jpg

JELANG pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, 20 Oktober mendatang, sejumlah tokoh agama terkemuka di Kabupaten Bandung sepakat untuk menjaga kondusifitas wilayah, terutama Kabupaten Bandung dan umumnya wilayah Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Kabupaten Bandung K.H. Hasuna Hudaya, mengungkapkan, atas nama ulama Kabupaten Bandung menolak aksi unjuk rasa yang anarkis, selain menolak aksi-aksi radikalisme dan terorisme.

"Mendukung pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang kondusif," kata Hasuna kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Hal senada juga dilontarkan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten  Bandung K.H. Asep Jamaludin. Ia mengatakan, menolak unjuk rasa anarkis, aksi-aksi terorisme dan radikalisme.

"Mudah-mudahan dengan pelantikan presiden yang kondusif ini, kedepan Indonesia makin maju, makin aman, makin tentram. Seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat kelak," harapnya.

Semenetara itu, Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  Kabupaten Bandung H. Eri Ridwan Latif pun mengajak kepada seluruh warga Kabupaten Bandung, menguatkan tali silaturahim, menolak demonstrasi yang anarkis.

"Menolak radikalisme dan faham terorisme. Kita bangun Kabupaten Bandung yang gemah ripah loh jenawi," katanya.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA