PT Jasa Sarana Raih Pendanaan Tunjang Infrastruktur

Bandung Raya

Senin, 14 Oktober 2019 | 19:28 WIB

191014192910-pt-ja.jpg

SALAH satu BUMD Jawa Barat, PT Jasa Sarana raih pendanaan tunjang infrastruktur di Jawa Barat. Penandatanganan Head of Agreement (HoA) Pembiayaan pengadaan barang/material antara PT Jasa Sarana (BUMD Jabar) dengan PT ICDX Logistik Berikat (ILB), di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Direktur PT Jasa Sarana, Dyah SH Wahyusari mengatakan, alternatif pendanaan yang difasilitasi Pemerintah Pusat ini berguna untuk mengatasi kendala pembiayaan ekuitas proyek infrastruktur.

PT Jasa Sarana (JS) menurut Dyah, akan menyalurkan skema fasilitas pembiayaan (material dan alat berat) dari PT Indonesia Commodity & Derivatuves Exchange (ICDX) untuk beberapa project PT Jabar Bumi Konstruksi, anak perusahaan JS yang bergerak dalam bidang konstruksi melalui Kerjasama pembiayaan pengadaan barang/material sampai dengan Rp 1 Triliun

“Kemampuan keuangan BUMD yang terbatas merupakan tantangan pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Barat, kami (Jasa Sarana) tentu akan mengupayakan akselerasi skema pembiayaan (fasilitasi), tidaklain guna men-support percepatan pembangunan proyek infrastruktur di Jawa Barat,” katanya dalam rilis resmi, Senin.

Sementara itu, PT Jabar Bumi Konstruksi yang merupakan anak perusahaan PT Jasa Sarana di bidang konstruksi akan semakin percaya diri dalam ikut serta membangun infrastruktur di Jawa Barat, baik jalan tol, maupun infrastruktur lainnya.

“Penandatanganan kesepakatan ini merupakan langkah awal komitmen dari para pihak untuk menindaklanjutinya. BUMD Jasa Sarana sebagai investment holding company berhasil mendapatkan kepercayaan berupa fasilitas pembiayaan yang bersumber dari PT ICDX Logistik Berikat. Pembiayaan Pengadaan barang/material akan tersalurkan untuk project anak perusahaan Jasa Sarana, yakni PT Jabar Bumi Konstruksi,” ujar Chief Executive Officer PINA Center for Private Investment, Eko Putro Adijayanto.

Hingga Oktober 2019, PINA Center for Private Investment telah memfasilitasi financial close senilai Rp 52 triliun, dengan target financial close 2019 sebesar Rp 84 triliun atau setara USD 6 miliar. Jumlah proyek yang saat ini masuk dalam fasilitasi PINA Center for Private Investment adalah sebanyak 29 proyek dengan total nilai sebesar Rp 630 triliun atau setara USD 44 miliar.

"Dari sisi investor, PINA Center for Private Investment saat ini memiliki sejumlah investor utama dari dalam dan luar negeri, di antaranya adalah PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, dan Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB)," tutur dia.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA