Bank Indonesia Jabar Sebut Iklim Investasi Tetap Stabil

Bandung Raya

Senin, 14 Oktober 2019 | 17:12 WIB

191014171323-bank-.jpg

Irwina Istiqomah


BANK Indonesia Jawa Barat mencatat, perkembangan ekonomi Jabar relatif solid yang tercermin dari rata-rata perekonomian nasional sebesar 5,07 persen. Kinerja positif tersebut ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan pangsa 42 persen (lapangan usaha) dan kinerja tingkat konsumsi terutama kontribusi konsumsi rumah tangga sebesar 65 persen.

Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi BI Jabar, Pribadi Santoso mengatakan, hal tersebut membuat iklim investasi di Jabar tetap stabil. Selain itu, upaya lain dalam mengakselerasi investasi ialah melalui pembangunan infrastruktur.

"Pembangunannya di berbagai sektor, baik transportasi seperti jalan tol, monorel, bandara, energi terbarukan yaitu pengolahan sampah menjadi energi dan pembangkit listrik, serta urban infrastruktur yaitu kawasan industri, sistem pengolahan air minum, dan pemukiman yang terus dilakukan," tuturnya dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Senin (14/10/2019).

Ia melanjutkan, upaya-upaya tersebut bakal menciptakan peluang untuk mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jabar. Kondisi iklim investasi yang kondusif turut menjadikan Jabar sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling menarik di Indonesia.

Berdasarkan Asian Competitiveness Index, tingkat daya saing Jabar meningkat menjadi di posisi 3 pada tahun 2018 dari sebelumnya di posisi 5 pada tahun 2017. Kemajuan ini seiring membaiknya Kedinamisan Ekonomi Regional, Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja, Kebijakan Pemerintah & Ketahanan Fiskal dan Daya Tarik Terhadap Investasi Asing.

"Yang tidak kalah penting lainnya yaitu penduduk Jabar sebesar 48 juta jiwa dan didukung dengan beberapa universitas ternama sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia berkualitas," katanya.

Kendati demikian, ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat perlu dicermati dan diwaspadai. Maka dari itu, upaya untuk mengakselerasi investasi di Jabar semakin penting.

"Kita akan menggelar West Java Incorporated dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk mengoptimalkan komunikasi dengan investor, membuka market access, meningkatkan kinerja dan daya saing serta menciptakan persepsi positif," ujarnya

West Java Investment Summit (WJIS) 2019 yang merupakan output dari forum West Java Incorporated menjadi salah satu bentuk best practice dan menjadi benchmark bagi daerah lainnya dalam mendorong investasi di daerah. Dengan mengambil tema "Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment", kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober 2019 di Kota Bandung.

Adapun beberapa proyek yang akan ditawarkan dalam kegiatan tersebut seperti pembangunan monorail Bandung Raya, pembangunan Tempat Pengsolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka, pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Jatigede dan Bandung Raya, pembangunan Aerocity BIJB, serta pembangunan kawasan industri Segitiga Rebana (Cirebon-Subang-Majalengka).

Selain investor domestik, imbuhnya, beberapa investor asing yang telah menunjukkan minat terhadap proyek di Jabar seperti Inggris, Belgia, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Kuwait, Pakistan, Sudan, Singapura, Korea Selatan, Malaysia, dan Cina.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA