Sejumlah Proyek di Jabar Ditawarkan ke Investor Asing

Bandung Raya

Senin, 14 Oktober 2019 | 17:06 WIB

191014170714-sejum.jpg

Anthika Asmara

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan menawarkan sejumlah proyek pembangunan kepada ratusan investor asing. Hal tersebut dilakukan guna mempercepat pembangunan di Jawa Barat.

Penawaran sejumlah proyek ini akan digelar melalui gelaran West Java Investment Summit (WIJS) 2019 di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (18/10/2019) mendatang.

Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Eka Hendrawan mengatakan, sedikitnya ada 200 hingga 300 investor asing dari berbagai benua yang akan hadir pada gelaran tersebut.

Eka mengatakan, proyek yang akan ditawarkan oleh pihaknya meliputi proyek pembangunan monorail Bandung Raya, Proyek pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dan Ciayumajakuning, Proyek pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Jatigede dan Bandung Raya / Sinumbra, Proyek pembangunan Aerocity BIJB, Proyek pembangunan kawasan industri Segitiga Rebana (Cirebon Subang Majalengka) Proyek pembangunan Kawasan lndustri Lido, Kab. Bogor‚ Cikidang, Kab. Sukabumi serta Kat Pangandaran.

Selain investor domestik, beberapa investor asing yang telah menunjukkan minat terhadap project dimaksud berasal dari Kawasan Eropa (a.l. Inggris, Belgia, & Perancis), Kawasan Amerika (a.l. USA & Kanada Kawasan Timur Tengah (a.l. Kuwait, Pakistan, & Sudan) dan Kawasan Asia (a.l. Singapura, Korea Selatan, Malaysh & Tiongkok).

"WJIS 2019 nantinya akan terbagi menjadi 5 kegiatan utama yaitu High Level Session, Penandatanganan MOU/Kesepakatan lnvestasi dan Perdagangan, Project C onsu/tation, One-on-one meeting, dan Pameran lnvestasi dan UMKM. Khusus sesi penandatangan MoU, akan dilakukan penandatanganan beberapa kesepakatan investe antara Iain dengan kawasan industri Cikidang, perluasan pabrik elektronik di Kab. Bekasi dan kesepakat perdagangan dengan BUMD Pangan Jawa Barat," ujar Eka pada Jabar Punya Informasi (Japri), di Lobby Museum Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/10/2019)

Eka menjelaskan, pihaknya menggelar WJIS sebagai market sounding untuk sejumlah proyek pembangunan, khususnya TP PAS Legok Nangka yang bakal ditenderkan pada akhir tahun ini.

Menurut Eka, WJIS sebagai market sounding untuk proyek TP PAS Legok Nangka yang akan ditenderkan pada akhir tahun ini. Untuk WJIS kali ini, dia memastikan, bakal diikuti oleh jumlah peserta yang jauh lebih banyak disandingkan sebelum-sebelumnya.

"Acara ini biasanya dua tahun sekali, tapi tahun 2019 ini kita ingin lebih baik lagi menyelenggarakan acara ini dan atas arahan Pak gubernur acara ini namanya sedikit diubah menjadi West Java Investment Summit," kata dia.

Sementara itu, Kepala Group Advisory Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan BI Jabar Pribadi Santoso mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jabar pada tiga tahun terakhir ini menujukan perkembangan yang positif. Di mana berdasarkan rata-rata pertumbuhan ekonomi tiga tahun terakhir sebesar 5,55% (yoy) dan Iebih baik dibandingkan rerata perekonomian nasional yang sebesar 5,07% (yoy).

Hal tersebut, dia melanjutkan, lantaran ditopang oleh sektor industri pengolahan dengan pangsa 42% (Lapangan Usaha) dan kinerja tingkat konsumsi terutama kontribusi konsumsi Rumah Tangga sebesar 65%.

Selain itu, kata dia, upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengakselerasi investasi melalui pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, baik terkait transportasi (jalan tol, monorel, bandar udara), energi terbarukan (pengolahan sampah menjadi energi dan pembangkit Iistrik) maupun urban infrastruktur (kawasan industri, sistem pengolahan air minum, dan pemukiman) terus dilakukan.

"Hal ini pada akhirnya menciptakan opportunity untuk mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat, " ujar Eka.

Selain itu, Eka menilai, Jabar menjadi salah satu daerah tujuan investasi paling menarik di Indonesia mengingat iklim investasinya yang selalu kondusif. Hal tersebut terukur berdasarkan Asian Competitiveness Index, tingkat daya saing Jawa Barat yang meningkat ke posisi 3 pada tahun 2018 dari posisi 5 pada tahun 2017 seiring membaiknya Kedinamisan Ekonomi Regional, Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja, Kebijakan Pemerintah dan Ketahanan Fiskal dan Daya Tarik Terhadap lnvestasi Asing.

Dia melanjutkan, jumlah penduduk 48 juta jiwa (2018) dan didukung dengan beberapa universitas ternama sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia berkualitas menjadi nilai plus yang dimiliki oleh Jabar. Namun demikian, ketidakpastian ekonomi global yang semakin meningkat perlu dicermati dan diwaspadai.

"Terkait itu, upaya untuk mengakselerasi investasi di Jawa Barat semakin penting. Melalui West Java Incorporated yang diinisasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (KPWBI Prev. Jabar) dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan mampu mengoptimalkan komunikasi dengan investor, membuka market access, meningkatkan kinerja dan daya saing serta menciptakan persepsi positif," ucap dia.

Diketahui West Java Investment Summit (WMS) 2019 yang merupakan output dari forum West Java Incorporated menjadi salah satu bentuk best practice dan menjadi benchmark bagi daerah lainnya dalam mendorong investasi di daerah. Dengan mengambil tema "Accelerating Infrastructure Development through Innovative Investment". Kegiatan ini akan dihadiri oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Kepala Baden Koordinasi Penanaman Model (BKPM) RI, Duta Besar negara Iain di Indonesia, Mitra sister province Jawa Barat, Peserta Trade Expo Indonesia, Indonesian Trade Promotion Center(lTPC)‚ serta investor baik domestik maupun asing

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA