Ancam Habitan Owa Jawa Helikopter Bombardir Kobaran Api di Hutan Malabar

Bandung Raya

Minggu, 13 Oktober 2019 | 20:28 WIB

191013203850-ancam.jpeg

BPBD Kab. Bandung

Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, terus  membombardir titik api yang membakar hutan di kaki gunung Malabar, dengan bom air yang dilepaskan dari helikopter, Minggu (13/10). 

Mereka bergerak cepat, karena api yang membakar puluhan hektar ilalalng mulai mendekati kawasan hutan lindung yang dihuni puluhan Elang Jawa dan Owa  Jawa. Warga setempat sempat melihat beberapa kali hewan primata itu mulai berulah karena kepanasan.

Pantauan galamedianews  sepanjang hari kemarin, sedikitnya 38 kali bom air (water bombing) dimuntahkan pesawat helikopter dibawah kendali pilot Nikolai Mashir, Co pilot Nikolai Glushkov. Bom air yang dimuntahkan helikopter tersebut berkekuatan 4000 liter sekali membom.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Akhmad Johara, operasi Karhutla pagi hari ini dilanjutkan kembali. Mengingat lokasi titik api
yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kembakaran, maka pemadaman  dilakukan dengan water bombing. Hingga hari keempat operasi karhutla
atau sejak Kamis (10/10) total sudah 193 kali water bombing dihujamkan ke hutan yang terbakar.

"Pagi ini (kemarin-red) dari potret udara terpantau masih ada titik api di puncak Mega Gunung Malabar, heli water bombing melanjutkan pemadaman  kembali dan fokus di Gunung Malabar," ujarnya saat ditemui di lokasi pengisian air helikopter di Sungai Cisangkuy, Ciherang.

Ajo, begitu ia disapa operasi hari ini tim yang berjumlah sekitar 200 orang yang meliputi unsur BNPB, BPBD, TNI/Polri dan relawan berpacu
dengan waktu. Pasalnya, api mulai merembet ke daerah Cikolotok dan Cigeureuh. Dua lokasi yang masuk hutan lindung yang dihuni habitan owa
elang jawa dan owa jawa.

"Untuk hari ini, kami gerak cepat padamkan api. Titiknya sudah dekat ke hutan yang dihuni habitan hewan yang dilindungi. Mungkin jumlahnya
seratus lebih hewat primata," paparnya.

Hutan di Kabupaten Bandung, lanjut Ajo mulai terbakar Jumat (4/10), dimulai di gunung Sangar, Kecamatan Arjasari terus merembet ke atas ke
kawasan Gunung Puntang. Belum tuntas di Gunung Malabar pada Senin (7/10), hutan di kawasan Kawah Putih, Kecamatan Rancabali mulai terbakar  dan terus meluas.

"Untuk total luas hutan yang terbakar masih terus diupdate. Besok (Senin ini-red), kami rapat koordinasi," tegas Akhmad.
Sementara upaya yang dilakukan terhadap hutan yang sudah padam, pihak BPBD terus melakukan pendinginan, itu pun sepanjang bisa dijangkau
dengan kendaraan roda empat (mobil damkar). Kalau kawasan Kawah putih sebagian masih bisa dijangkau damkar," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga di kaki Gunung Malabar atau di Kampung Cikolotok, sempat melihat beberapa kali owa Jawa menampakan  diri, bahkan beberapa kali sempat terdengan suaranya.

"Lamun jalmi mah gelisah meureun, kampungna kabakar. Sigana tos kapanasan," papar Suhadi (50), yang diamini warga lainnya, yang saat ini
tengah melihat helikopter yang lalulalang di kampungnya.

Saat ditanya sebab-sebab kebakaran, warga setempat tidak mengetahui pasti. Mereka mengaku, tiba-tiba melihat asap dari dalam hutan.

Editor: Rahmat Sudarmaji



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA