Pedagang Cimahi Sambut Gembira Pencabutan Larangan Penggunaan Minyak Curah

Bandung Raya

Minggu, 13 Oktober 2019 | 17:35 WIB

191013173613-pedag.jpg

Pikiran Rakyat

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) membatalkan larangan penggunaan minyak goreng curah disambut gembira pedagang di Kota Cimahi. Pedagang menganggap, jika aturan pelarangan minyak goreng curah tetap diberlakukan, bisa merugikan pedagang kecil.

Salah satu pedagang minyak goreng curah di Pasar Cimindi, Lela mengaku lega dengan pembatalan tersebut. Pasalnya, peraturan tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap pedagang kecil.

"Bagi pedagang kecil, jelas ini menyulitkan dan melemahkan daya beli masyarakat, karena masyarakat biasanya membeli dalam jumlah kecil dan seperlunya," ujarnya di Pasar Cimindi Jln. Mahar Martanegara, Minggu (13/10/2019).

Lela menambahkan, minyak goreng curah memang banyak diminati masyarakat. Karena selain bisa dibeli secara eceran, harga minyak goreng curah juga lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan.

"Minyak goreng curah harganya Rp 9.500/kg, sedangkan minyak kemasan Rp 10 ribu untuk 900 mililiter" tuturnya.

Iis (35) salah seorang pedagang kelontong di Kelurahan Citeureup mengaku, sebelumnya memang keberatan jika pemerintah melarang penjualan minyak goreng curah tersebut.

Namun setelah adanya informasi pembatalan, ia merasa lega. Sebab minyak curah masih diminati konsumen karena memang harganya cenderung lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan.

"Memang lebih murah, juga bisa beli dengan literan yang sedikit aja buat warga yang uangnya terbatas. Kasihan juga kalau nantinya enggak kebeli minyak goreng kemasan," katanya.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA