Belva Aulia Putri Jadi Utusan Indonesia ke Konferensi Kota-Kota Layak Anak di Jerman

Bandung Raya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 20:37 WIB

191010204021-belva.jpg

Tok Suwarto

Belva Aulia Putri utusan Indonesia ke Konferensi Kota-Kota Layak Anak di Jerman ketika berpamitan kepada Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

SISWA SMA Negeri I Solo, Belva Aulia Putri, akan mengemban tugas sebagai salah seorang di antara dua utusan Indonesia di Konferensi Kota-Kota Layak Anak atau "Child Friendly Cities Summit" 2019 di Kota Cologne, Jerman, pada 14-18 Oktober 2019. Di pertemuan internasional yang diprakarsai badan dunia UNICEF tersebut, Belva yang dijadwalkan berbicara di plenary session pembukaan, akan membawa pesan anak-anak Indonesia.

Seusai berpamitan kepada Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, di Balai Kota, Kamis (10/10/2019), Belva menjelaskan,  Konferensi Kota Layak Anak akan dibuka Wali Kota Cologne bersama perwakilan UNICEF. Di plenary session yang akan diisi di antaranya oleh Child and Youth Advisory Board UNICEF Jerman dan UNICEF PFP, para wali kota dari kota- kota layak anak, serta seniman muda dan aktivis anti-bullying itu, Belva akan berbicara mengenai topik “Mengapa Kota Layak Anak Penting dan Berarti Bagi Kami?”.

"Di hari kedua, seluruh delegasi akan membahas tentang kolaborasi antar-generasi yang aman dan ramah anak. Juga akan dipaparkan siapa dan mengapa mereka berada di forum tersebut, serta belajar mengenai seluk- beluk advokasi," katanya.

Agenda lain selama dua hari berikutnya, menurut siswa SMA Negeri I Solo berusia 15 tahun itu, seluruh peserta akan mengikuti beberapa plenary session dan sesi paralel. Di forum itu anak-anak dari seluruh dunia peserta konferensi akan menyuarakan pendapat tentang berbagai isu, si antaranya selama 20 tahun setelah program kota layak anak digulirkan, pandangan tentang kota yang inklusif, parsitipatoris, dan aman dan sebagainya. Selain itu, anak-anak utusan berbagai negara itu juga akan berbicara tentang pemerintahan lokal yang ramah anak, pembelajaran yang menyenangkan, pembiayaan yang responsif anak, serta teknologi dan lingkungan.

"Perwakilan UNICEF dan para wali kota, akedemisi, aktivis, seniman dan lain-lain juga akan berbicara dan menguatkan narasi tentang usaha-usaha yang telah berhasil dan pentingnya upaya melanjutkan untuk mewujudkan kota layak anak yang lebih banyak," sambungnya.

Wali Kota Hadi Rudyatmo berpesan, di forum internasional itu Belva agar menjaga nama baik bangsa dan menyampaikan hal-hal baik tentang Pemkot Solo dalam memenuhi hak anak dan perlindungan anak.

 “Nanti ceritakan bahwa anak-anak di Kota Solo sudah dipikirkan sejak masih dalam kandungan. Pemerintah berupaya agar hak-hak anak terjamin melalui program KIA dan diberikan tabungan untuk berbelanja kebutuhan sekolah dengan sistem diskon dan sebagainya," tuturnya.


Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA