DLH KBB Minta Pengusaha Dukung Sekolah Adiwiyata

Bandung Raya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 19:53 WIB

191010195527-dlh-k.jpg

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat meminta dunia usaha untuk memperhatikan sekolah yang berpredikat Adiwiyata. Pasalnya, sekolah Adiwiyata cukup berperan aktif dalam menjaga lingkungan.

Hal itu diungkapkan Kepala DLH Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko di sela acara Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup di Terminal Grafika Cikole, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, Kamis (10/10/2019).

"Saya minta ke para pengusaha yang ada di Bandung Barat, jangan hanya memberikan bantuan itu ke kelompok-kelompok tertentu saja. Tapi perhatikan juga sekolah-sekolah yang peduli lingkungan," ujar Apung.

Menurut Apung, dunia pendidikan memiliki embrio bagi penyelamatan lingkungan dengan keterlibatan para pelajarnya. Mereka inilah, kata dia, sebagai agen perubahan yang bertanggungjawab terhadap penyelamatan lingkungan dari kerusakan.

"Alhamdulillah, di Bandung Barat ada 17 sekolah Adiwiyata yang menjadi binaan DLH dan bisa diandalkan untuk melakukan aksi peduli lingkungan. Namun, aksi mereka hingga kini belum bisa maksimal karena keterbatasan anggaran. Makanya butuh support dari pihak lain (swasta)," ungkapnya.

Melalui kegiatan yang digelar pihaknya tersebut, Apung berharap, para pengusaha memiliki kepedulian dengan memberikan bantuan pada sekolah-sekolah. Terutama sekolah Adiwiyata, yang bisa dibantu oleh perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).

"Silakan teknisnya seperti apa, yang penting perusahaan memberikan CSR-nya untuk membantu sekolah-sekolah itu. Makanya kami juga undang 19 pelaku usaha di Bandung Barat pada acara ini," ujarnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Bupati Bandung Barat, Umbara Sutisna memberikan apresiasinya. Menurutnya, ini salah satu bentuk kepedulian pemerintah dalam menanggulangi lingkungan hidup khususnya penanggulangan sampah.

"Harus sejak dini memberikan pemahaman tentang pengendalian sampah di lingkungan. Apa lagi sekarang, Bandung Barat mempunyai program pengembangan sepuluh destinasi wisata dengan target ke depannya bisa mendatangkan satu juta wisatawan," ujar Aa Umbara.

Untuk menunjang destinasi wisata tersebut, kata Aa, kebersihan lingkungan menjadi salah satu hal yang penting. "Kurang bagus dong, kalau dikunjungi wisatawan, lingkungannya banyak sampah dan kotor. Selain tidak membuat nyaman, tidak enak dipandang juga," katanya.

Dirinya menambahkan, sampai saat ini pihaknya sudah membentuk sebuah wadah gabungan dari ratusan perusahan, mulai dari APINDO, PHRI dan Asosiasi perusahaan lainnya. Untuk menghimpun anggaran CSR, dimana nantinya akan dialokasikan untuk pengelolaan lingkungan hidup dan dunia pendidikan.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA