Kebakaran Hutan di Kawah Putih Sudah Padam dan Gunung Malabar Masih Menyala

Bandung Raya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:22 WIB

191010181317-kebak.jpg

PERISTIWA kebakaran hutan di kawasan objek wisata Kawah Putih Rancabali Kabupaten Bandung diperkirakan sudah padam, menyusul turun hujan deras selama sekitar 15 menit di kawasan tersebut pada Kamis (10/10/2019) sekitar pukul 15.00 WIB. Sebelumnya pada Kamis pagi masih tampak kepulan asap, karena diperkirakan masih ada bara api yang tersisa.

"Saat ini, kawasan hutan Kawah Putih yang sempat terbakar sudah padam. Apalagi tadi sempat turun hujan," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Drs. H. Akhmad Djohara, M.Si.

Menurut Akhmad, lahan hutan yang terbakar di kawasan Kawah Putih itu seluas sekitar 10 hektare. Meski sudah padam, sejumlah aparat dan personil gabungan masih siaga di kawasan Kawah Putih.

"Soalnya, masih ada potensi panas dan masih terlihat ada kepulan asap. Walaupun sempat turun hujan memadamkan api yang membakar kawasan hutan tersebut," kata Akhmad.

Menurutnya, untuk melanjutkan pendinginan di lokasi kebakaran kawasan hutan Kawah Putih, diserahkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung.

"Sekarang kita fokus melakukan pemadaman api di lokasi kebakaran hutan Gunung Malabar yang saat ini masih menyala," kata Akhmad.

Menurutnya, fokus pemadaman api di lokasi kebakaran itu, mengingat di lokasi kawasan yang terbakar itu terdapat hutan konservasi dan hutan lindung. Selain itu, di kawasan tersebut terdapat lokasi pengembangbiakan elang, sehingga harus diselamatkan dari ancaman kebakaran hutan.

"Jangan sampai lokasi pengembangbiakan elang punah. Apalagi saat ini titik api di lokasi hutan yang terbakar makin banyak," katanya.

Akhmad mengatakan, lokasi kebakaran hutan di Gunung Malabar itu, sampai Kamis diketahui seluas sekitar 26 hektare.

"Memang awal titik api kebakaran di hutan yang masuk kawasan Arjasari, kemudian naik dan merembet ke Gunung Malabar. Supaya titik api tidak terlalu meluas, lokasi yang bisa dijangkau petugas gabungan dilakukan penyekatan. Soalnya jika tidak dilakukan penyekatan bahaya, apalagi di kawasan Gunung Malabar ada kawasan konservasi," paparnya.

Tim gabungan pun terus berupaya melakukan pemadaman api di lokasi hutan Gunung Malabar tersebut. Pasalnya, kebakaran hutan di kawasan tersebut masih berlangsung.

"Untuk pemadaman kebakaran hutan di Gunung Malabar, saat ini menggunakan helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Pemadaman dengan menggunakan sistem water booming itu mulai dilaksanakan pada Kamis pagi pukul 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB," katanya.

Menurutnya, pemadaman dengan menggunakan helikopter dihentikan, setelah awan rendah mulai menutupi kawasan Gunung Makabar. Sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan pemadaman api dengan menggunakan pesawat helikopter.

"Cuaca kurang bagus sehingga berbahaya untuk perbangan. Pemadaman dengan menggunakan helikopter akan dilanjutkan Jumat besok," katanya.

Namun sampai kapan upaya pemadaman kebakaran di Gunung Malabar itu, kata Akhmad, waktu pemadaman belum bisa diprediksi. "Yang jelas pemadaman kebakaran hutan akan dilanjutkan besok (Jumat, 11/10/2019l, masih menggunakan helikopter dengan sistem water booming," katanya.

Ia mengatakan, peristiwa kebakaran hutan di Gunung Malabar itu cukup luas. Selain seluas 26 hektare yang terbakar, katanya, juga banyak titik api yang bisa dilihat langsung dari atas pesawat helikopter.

"Ada lahan yang sudah terbakar, bisa terlihat langsung dari atas helikopter. Sangat kelihatan dari atas titik apinya," jelasnya.

Menurutnya, pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Malabar itu mengalami kendala karena medan yang terjal dan curam, selain banyak lembah. Sehingga sulit ditembus aparat gabungan untuk memadamkan api yang menbakar kawasan hutan tersebut.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA