Kemiskinan di Sumedang Jadi Persoalan Mendesak

Bandung Raya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 18:15 WIB

191010175702-kemis.jpg

Ade Hadeli

WAKIL Bupati Sumedang, H.Erwan Setiawan menegaskan, masalah kemiskinan merupakan persoalan mendesak yang harus ditanggulangi, karena menyangkut kebutuhan dasar hidup masyarakat.

Hal itu disampaikan Erwan,  saat  memimpin Rapat Koordinasi Progres Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Simedang, bertempat di Ruang Rapat Tadjimalela Bappppeda, Kamis (10/10/2019).

Persoalan kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan multi dimensi,  yang berdampak sistemik pada segala sisi kehidupan. Oleh karena itu, jika tidak segera ditanggulangi, maka akan menimbulkan permasalahan lain yang semakin kompleks dan  kian sulit penyelesaiannya.

Oleh sebab itu, dibuatnya Visi Misi Sumedang Simpati berawal dari keprihatinan pemerintah, terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Sumedang, khususnya masalah kemiskinan dan pengangguran.

Berbagai permasalahan lainya pun tak luput dari perhatian.  Seperti masih rendahnya IPM yang masih di angka 70,53 persen,  tingginya angka pengangguran yaitu 7,04 persen, rendahnya laju pertumbuhan ekonomi yaitu sekitar 6,48 persen.

"Kemudian  tingginya angka stunting yaitu 32,2 persen, dan masih tingginya angka kemiskinan yang menyentuh angka 9,76 persen, juga menjadi perhatian kami, untuk segera dituntaskan," tandas Erwan.

Khusus untuk angka kemiskinan,  menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Sumedang Tahun 2018-2023.

"Tahun 2023, tingkat kemiskinan di Sumedang ditargetkan menurun dari semula 9,76 persen menjadi 5,76 persen. Meskipun persoalan kemiskinan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun berbekal sinegritas dan solidaritas yang kuat, kita yakin bisa mencapai target yang telah ditetapkan karena ini merupakan target bersama," kata Erwan.

Sekda Sumedang, Herman Suryatman menambahkan, penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sumedang harus betul-betul menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Kita telah memiliki beberapa program pada setiap SKPD untuk menanggulangi kemiskinan, seperti pada Dinas Sosial P3A kita mempunyai program PKH, Rehab Rutilahu, UEP, KUBE, BPNT dan yang lainnya. Sedangkan pada dinas Pendidikan kita mempunyai program seperti PIP, beasiswa miskin, Kejar Paket B, C dan beberapa program lainnya yang ada pada setiap SKPD untuk mendukung dalam penanggulangan kemiskinan," ujarnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA