Penguji Ranmor dari Filipina Akan Study Banding ke Kab. Bandung Barat

Bandung Raya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 17:42 WIB

191010174329-pengu.jpg

Dicky Mawardi

PETUGAS penguji kendaraan bermotor dari Filipina berencana akan berkunjung ke UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Barat.  Mereka tertarik melakukan studi banding karena mendengar alat pengujian yang diterapkan di Bandung Barat sudah canggih dengan fasilitas gedung memadai.

"Ini sebuah kehormatan bagi Dishub Bandung Barat yang akan dikunjungi penguji kendaraan bermotor dari Filipina.  Rencananya mereka akan datang setelah seluruh alat pengujian kendaraan bermotor diresmikan Nopember mendatang," kata Kepala Dishub Kabupaten Bandung Barat, Ade Komarudin didampingi Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Eman Sulaeman di Cikamuning, Kamis (10/10/2019).

Penguji kendaraan bermotor dari Filipina ingin melihat secara langsung teknologi pengujian kendaraan yang diterapkan di Bandung Barat  Pasalnya,  semua alat sudah serba komputerisasi.

"Peresmiannya menunggu kalibrasi peralatan.  Kalibrasi diperlukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran yang dilakukan akurat dan konsisten dengan instrumen lainnya," jelasnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, alat uji kendaraan yang baru dimiliki berupa alat uji pengukuran kecepatan.  alat uji rem dan timbangan, alat uji kincup roda depan,alat uji lampu utama sampai alat uji emisi gas buang.
 
"Untuk pemeriksaan bawah kendaraan kita lengkapi monitor yang terpasang di atas. Jadi ketika ada bagian bawah mesin kendaraan yang bermasalah, pemiliknya tak.harus turun ke bawah. Cukup dengan melihat dari layar monitor," paparnya.

Kelebihan lain dari UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Kabupaten Bandung Barat dari lantainya dengan menggunakan cat epoxy. Dipandang lebih kuat dan tidak berbekas sekalipun dilindas truk atau bus besar.

Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Eman Sulaeman menambahkan,  ke depan pembayaran pengujian kendaraan bermotor tidak lagi tunai tapi menggunakan e-money. Saat ini sedang proses membangun sistem dengan Direktorat Perhubungan Darat. Selanjutnya menjalin kerja sama dengan salah satu bank.

"Bahkan kita juga tidak akan mengganti buku uji kir dengan kartu. Ini untuk mencegah pemalsuan," kata Eman.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA