Wamena Ricuh Bikin Deni Kehilangan Harta Rp 200 Juta

Bandung Raya

Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:30 WIB

191010133450-wamen.jpg

prfmnews.com

SEBANYAK 71 warga Jabar terdampak kerusuhan di Wamena, Papua, akhirnya berhasil di pulangkan oleh Pemprov Jabar, pada Rabu (9/10/2019) kemarin. Salah satu warga Rancaekek yang terdampak kerusuhan di Wamena adalah Deni Permana, seorang pengusaha konveksi asal Rancaekek.

Deni mengaku kehilangan harta bendanya sebesar Rp 200 juta akibat dari kerusuhan tersebut. Deni, yang tinggal di Distrik Hom-hom tersebut berprofesi sebagai pengusaha konveksi itu sudah tinggal 4 tahun di Wamena.

Saya tinggal di Homhom itu yang paling parah kemarin kejadiannya, saya mau empat tahun tinggal disana, cuman satu atau dua bulan suka pulang ke kampung Rancaekek, dari kerusuhan tersebut total kira-kira saya kehilangan Rp 200 juta-an dalam bentuk barang dan penagihan baju, ujarnya saat ditemui PRFM 107,5 News Channel, Kamis (10/10/2019).

Deni bercerita, pada saat kericuhan terjadi, banyak orang turun ke jalan. Para perusuh menyempatkan diri menutup jalan dengan pohon sehingga membuat petugas sulit mengakses lokasi kejadian.

"Terus ada penebangan pohon dipalangkan ke jalan, supaya aparat gak bisa lewat kayaknya, dan mulai pemabakaran. Di Hom-hom di belakang kios surya tempat paling parah, ujarnya.

Beruntung, Deni berhasil di evakuasi ke Jayapura oleh aparat Brimob distrik Hom-hom.

Langsung pas kerusuhan untuk menyelamatkan diri dievakuasi sama aparat Brimob, paparnya.

Berdasarkan hasil informasi yang Deni dapat dari kawannya, kondisi Wamena saat ini masih mencekam, seperti penjarahan dan pembakaran masih terjadi. Sehingga Deni masih belum mengetahui kapan akan kembali ke Wamena.

Menurut informasi dari teman saya di Wamena, maling, penjarahan, pembakaran sangat besar dan mencekam, kalau seandainya udah kondusif kesana tapi belum ada planning, karena kan barang-barang dan penagihan masih disana, tukasnya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA