Kemarau Panjang, Masyarakat Ciwidey Gelar Salat Istisqo

Bandung Raya

Rabu, 9 Oktober 2019 | 17:10 WIB

191009170935-kemar.jpeg

ist

SEDIKITNYA 2.000 warga Kecamatan Ciwidey menggelar salat istisqo atau salat minta hujan seiring berlangsungnya musim kemarau panjang. Ciwidey termasuk salah satu daerah yang mengalami kesulitan air bersih. salat minta hujan dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan beserta seluruh masyarakat Ciwidey di Lapangan Rest Area Alun-Alun Ciwidey, Rabu (9/10/2019).

Camat Ciwidey H. Karyadi Raharjo A, AP.,M.Si, mengatakan  bencana kekeringan yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, disusul kejadian Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Gunung Malabar dan Patuha cukup memprihatinkan. Dampak kemarau tahun ini, bukan saja mempengaruhi kehidupan masyarakat, namun terancamnya sebagian ekosisitem yang ada.

“Salat istisqo ini mudah-mudahan menyadarkan kita untuk berserah diri kepada Allah dan terus berbuat baik terhadap alam. Kejadian Karhutla sebagian besar berasal dari kesalahan manusia, baik kesengajaan ataupun kelalaian. Kemarau panjang  bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita, agar ramah terhadap alam,” ungkapnya.

Wilayah Ciwidey, kata dia, sebelumnya tidak pernah mengalami kekurangan air. Sebagai kawasan pertanian dan perkebunan, Ciwidey memiliki beberapa mata air alami yang masih tersedia meski musim kemarau tiba.

“Baru tahun ini, kami menggelar salat  minta hujan. Sumber mata air sudah mengering dan kami mengandalkan bantuan air bersih dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Mudah-mudahan Allah meridhoi ikhtiar kita bersama,” harapnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Ciwidey, untuk ramah terhadap lingkungan, bijak dalam memanfaatkan apa yang telah Allah anugrahkan, dengan tidak melakukan illegal logging ataupun membakar hutan.

“Semoga kegiatan yang kita laksanakan hari ini, dapat menjadi momentum introspeksi, untuk menjadi manusia yang lebih baik di hadapan Allah SWT.  Mudah-mudahan juga hujan segera turun,” imbuh Karyadi.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA