KPAI Bandung Temukan Masalah Hak Anak Sekolah di SMP Favorit

Bandung Raya

Selasa, 8 Oktober 2019 | 17:35 WIB

191008173546-kpai-.jpg

KOMISI Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kota Bandung, terima laporan anak yang kehilangan hak sekolahnya, lantaran sekolah mengeluarkan anak tersebut secara sepihak.

Komisioner KPAI kota Bandung Dadang Hermawan mengatakan, ini terjadi di salah satu SMP favorit di Bandung, lanjut Dadang, sekolah mengeluarkan anak tanpa melalui prosedur yang benar dan tanpa melalui terlebih memberikan siswanya pembinaan, padahal alasan pengeluaran anak yang duduk di kelas sembilan itu kenalan wajar anak di usia menengah.

"Sekolah tidak bisa serta mengeluarkan siswa, apalagi ini SMP harus ada pembinan dan pendekatan khusus agar siswa mengerti dan bisa berubah," kata Dadang, di Bandung, Selasa (8/10/2019).

Kemudian dari laporan tersebut Dadang dan timnya, mengaku, melihat ada beberapa kejanggal dari adiminstrasi pemberian sanksi dan surat pengeluar siswa, sekolah lalai mengeluar siswa dengan mall adiminstrasi, sehinggah pengeluaran anak dari sekolah itu cacad hukum.

"Saya prdiksi ada hal lain yang menyebab si anak di keluarkan dari sekolah, mungkin ada subjektif guru tidak suka terhadap siswa ini," ucapnya.

Namun kedati demikian setelah melakukan klarifikasi dengan pihak sekolah guru dan orang tua siswa, Dadang menjelaskan, kepala sekolah mencabut pengeluaran anak tersebut dan mengaku lalai serta meminta maaf kepada orang tua siswa serta siswa tersebut.

"Tidak hanya cukup disitu, yang menjadi masalah adalah sekarang ketika anak tidak mau lagi sekolah di sekolah tersebut artinya sikologi anak terganggu," kata dia.

Menurut Dadang, masalah skis anak tidak bisa di perbaiki dengan mudah, harus dengan proses yang panjang. Disini pihaknya akan mendampingi anak mendapatkan sekolah baru.

"Karena tinggal beberepa bulan lagi akan melakukan ujian nasional, maka kami akan bantu dan mendampingi anak ini hingga minimalnya mental anak kembali setabil, karena memang jika kembali sekolah tersebut anak akan lebih tertekan," ujar Dadang.

Dadang mengaku, KPAI baru mendapatkan masalah seperti ini, dia mengingatkan hal serupa bisa terjadi di sekolah mana saja, artinya orang tua siswa harus benar-benar memperhatikan prosedur pengeluaran anak.

"Saya berpesan jika anak di keluarkan sekolah jangan terima begitu saja, harus diklarifikasi terlebih dahulu dan cari fakta kenakalan anak," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA