Pemkot Bandung Berupaya Pertahankan Predikat Kota Sehat

Bandung Raya

Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:45 WIB

191008154659-pemko.jpg

PEMKOT Bandung terus berupaya mempertahankan predikat kota sehat Swasta Saba Wistara 2019. Penghargaan tersebut, merupakan salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam bidang kesehatan.

Swasta Saba Wistara merupakan level tertinggi penghargaan untuk kota sehat dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kota Bandung sudah tiga kali berturut-turut meraih predikat Swasta Saba Wistara yakni pada 2016, 2017 dan 2018.

"Namun mempertahankan lebih sulit daripada merebut. Oleh karena itu, tugas semua pemangku kepentingan untuk mempertahankan Swasti Saba Wistara," ungkap Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat menerima tim verifikasi kabupaten kota sehat di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (8/10).

Menurutnya Swasta Saba Wistara termasuk penghargaan pemerintah dengan penilaian yang cukup rumit, lantaran menyentuh banyak aspek. Dengan bobot indikator tersebut wajar apabila penghargaan ini menjadi bergengsi bagi pemerintah daerah.

"Untuk mencapai predikat Swasti Saba Wistara paling tidak harus memenuhi aspek penilaian permukiman, sarana dan prasarana sehat, perkantoran dan industri sehat, lalu lintas dan pelayanan transportasi, pariwisata sehat, ketahanan pangan, dan lain-lain," tuturnya.

Oleh karena itu, Yana meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan aparat kewilayahan di lingkungan Pemkot Bandung untuk mendukung beragam upaya menciptakan tatanan yang baik guna menciptakan kota sehat.

"Saya menggarisbawahi setidaknya ada lima kata kunci mempertahankan Swasti Saba Wistara, yaitu perencanaan, partisipasi publik, pemberdayaan  masyarakat,  koordinasi, serta integrasi. Lima aspek inilah yang saya dorong agar diimplementasikan di semua lini," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Verifikasi Kabupaten Kota Sehat Tingkat Pusat, Nugroho menerangkan bahwa pihaknya memastikan berbagai upaya dari Pemkot Bandung berjalan dengan lancar.

"Kami ke sini ingin menyaksikan hal yang sudah banyak diperbuat oleh Kota Bandung. Saya yakin dari tujuh tatana  itu sudah mentok. Jadi tidak ada lagi tatanan yang dilakukan oleh kabupaten kota," ujarnya.

Dikatakannya untuk mewujudkan kota sehat, bukan hanya persoalan kesehatan semata. Sebagian besar pengaruh yang memberikan dampak besar justru datang dari luar bidang kesehatan.

"Dengan tujuh tatanan yang sudah diambil Kota Bandung, kita berharap lingkungan itu kondusif. Karena pelaksanaan tujuh tatanan ini melibatkan seluruh stakeholder. Sebagian besar perannya itu justru di luar kesehatan," ucapnya.

Selain itu, keseriusan Pemkot Bandung dalam menjadikan kota sehat ini diwujudkan dengan terbentuknya Forum Bandung Sehat (FBS). Forum ini menjadi garda terdepan dalam mendorong upaya pemerintah di bidang kesehatan.

Ketua FBS, Siti Muntamah Oded mengatakan, forum yang dipimpinnya menjadi fasilitator untuk menjadikan Kota Bandung sebagai kota sehat.

"Kita juga siap berkolaborasi demi terwujudnya visi Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis. Kita mendorong dan berpartisipasi aktif dalam melakukan berbagai upaya bersama Pemkot Bandung," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA