Hutan di Wilayah Perhutani KPH Bandung Utara sudah 7 Kali Kebakaran

Bandung Raya

Selasa, 8 Oktober 2019 | 14:35 WIB

191008143614-hutan.jpg

ist

SEPANJANG musim kemarau 2019, sudah terjadi tujuh kali kejadian kebakaran hutan di wilayah Perhutani KPH Bandung Utara. Lokasi kejadian.menyebar di sejumlah titik dengan luasan lahan yang terbakar berkisar antara  0,2 - 0,7 hektare.

Kejadian terakhir terjadi di Petak 44B, RPH Cisarua, Desa Karyawangi, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya berada di kaki Gunung Tangkubanparahu berjarak sekitar 2 kilometer dari Kawah Ratu.

"Kejadiannya Sabtu (5/10/2019) dan sekarang Alhamdulillah sudah aman. Lahan yang terbakar sekitar 0,7 hektare," kata Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Komarudin saat dihubungi galamedianews.com, Selasa (7/10/2019).

Api membakar serasah atau dedaunan kering, rerantingan, dan berbagai sisa vegetasi lainnya di atas lantai hutan dan pohon mati. "Alhamdulillah pohon besarnya masih hidup," ucapnya.

Ia menambahkan cepatnya penanganan kebakaran karena Perhutani KPH Bandung Utara memiliki  sistem quick respon sehingga kalau ada kejadian kebakaran segera ditangani..

"Memang kami akui cepat lambatnya penanganan kebakaran tergantung faktor alamnya juga  Tapi sebisa mungkin  kita matikan titik apinya. atau  kita buat ilaran / sekat bakar agar api tidak  menyebar," paparnya.
 
Ia mengakui, kalau titik apinya berada di lokasi  curam dan angin besar biasanya sulit..Upaya terakhit biasanya menggunakan  waterboming dari  Helikopter.
Lebih jauh Komarudin mengatakan, antisipasi kebakaran hutan sudah dilakukan begitu memasuki musim kemarau. Diawali dengan menginventarisasi titik-titik rawan kebakaran hutan.

"Saya juga sudah menginstruksikan ke jajaran di lapangan untuk menginventarisasi titik-titik rawan kebakaran hutan, lengkap dengan faktor penyebabnya," tuturnya.

Inventarisasi titik-titik rawan kebakaran itu dilakukan di kawasan hutan wilayah KPH Bandung Utara, yang memiliki luas 20.560 hektare. Dari hasil inventarisasi itu, lanjut dia, kemudian akan dikuatkan dengan pembuatan peta rawan kebakaran, baik di tingkat Resort Pemangkuan Hutan (RPH) maupun Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH).

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA