Emil : Tidak Orang Sunda (Jabar) yang Jadi Korban Kerusuhan di Wamena

Bandung Raya

Senin, 7 Oktober 2019 | 18:11 WIB

191007181656-emil-.jpg

USAHA Pemerintah Jawa Barat untuk memulangkan warga Jawa Barat yang ada di Wamena, Kabupaten Jayawijaya terus dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Jabar Quick Resopon (JQR).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pasca kerusuhan di Wamena yang membuat beberapa warga Jawa Barat di sana mengungsi ke Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Kejadian itu kata gubernur, sangat berdampak sekali pada mereka (warga Jabar), dan mereka yang ada di pengungsian tidak kembali lagi ke tempat asalnya di Wamena.

"Mereka tidak mau kembali ke tempat sebelumnya karena memang ada yang rumahnya terbakar dan sebagainya, sehingga warga Jabar yang ada disana tidak bisa mencari nafka di sana," kata Emil panggilan Ridwan Kamil, Senin (7/10/2019).

Dengan demikian lanjut Emil, pihaknya memfasilitasi warga Jawa Barat yang ada di Wamena untuk kembali ke kampung halamannya. Saat ini, ada tiga orang yang akan di berangkatkan ke Wanena dari Ddinas Sosial Jawa Barat.

"Petugas kami sudah siap, saat ini sedang cek and recek. Mereka akan mengurus kepulangan warga jabar yang ada di Wamena," ucap dia.

Kemudian terkait korban jiwa dikatakan Emil, tidak ada orang warga Jawa Barat yang menjadi korban di sana. Hingga saat ini warga Jawa Barat yang akan di bawa pulang dalam kondisi selamat.

"Alhamdulillah orang Sunda tidak ada yan menjadi korban di sana. Harusnya hari ini sudah sampai di Jakarta dengan jumlah sekitar 50 sampai 60 orang," tutur Emil.

Adapun data yang dihimpun Tim Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar di Papua per 6 Oktober 2019 menyebutkan, warga yang memilih pulang berjumlah 68 orang.

Dengan rincian warga Kabupaten Garut sebanyak 18 orang, Kab. Majalengka (2 orang), Kab. Sukabumi (7), Kota Bandung (4), Kab. Bandung (4), Kab. Kuningan (2), Kab. Tasikmalaya (5), Kab. Sumedang (8), Kab. Subang (8), Kab. Purwakarta (3), Kota Bogor (4), dan Kab. Indramayu (3).

Pemulangan 68 warga Jabar tersebut rencananya dilakukan dalam satu kloter pada Selasa (8/10/2019) dengan bantuan biaya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jabar dan Daarut Tauhid (DT) Peduli.

Sementara itu, 68 orang yang dipulangkan ke tempat asalnya itu merupakan bagian dari total 1000 lebih warga Jabar yang ada di Papua dengan beragam pekerjaan, mulai dari PNS, TNI/Polri, pedagang, hingga sopir. 

Sebagai mayoritas, warga yang bertahan baik di Kota Wamena maupun Papua itu menyesuaikan imbauan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo agar warga tak perlu eksodus keluar Wamena.

Pemulangan terhadap puluhan warga Jabar sendiri menjadi bagian dari tugas Pemdaprov melalui Dinas Sosial dan JQR untuk membantu pemerintah pusat dalam mengatasi masalah sosial dan kemanusiaan.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jabar Dodo Suhendar pun berharap agar mereka yang memilih pulang bisa mendapatkan fasilitas untuk modal kerja setelah kembali ke tempat asalnya.

"Untuk pemberdayaan sepulang dari Papua, akan kami usulkan kepada Pak Gubernur untuk mendapatkan modal bantuan," ujar Dodo.

Selain melakukan inventarisasi warga Jabar, tim dari Dinas Sosial juga sudah memberikan laporan kepada gubernur terkait kondisi pengungsi di Sentani maupun Wamena.

"Alhamdulillah (pengungsi) sehat. Ada partisipasi bantuan dari masyarakat Jabar di (berbagai wilayah) Papua, terutama makanan bagi mereka yang mengungsi," tuturnya. 

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA