Selama 23 Hari, Pemkot Bandung Akan Laksanakan "Mapag Hujan"

Bandung Raya

Senin, 7 Oktober 2019 | 16:51 WIB

191007165245-selam.jpg

DALAM upaya mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Dinas terkait, melakukan sejumlah upaya dengan fokus mengangkat sedimentasi dan membersihkan sungai, atau disebut dengan program Mapag Hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi menuturkan, program Mapag Hujan tersebut, akan di laksanakan secara marathon selama 23 hari, yang akan dimulai pada tanggal 9 hingga 31 Oktober 2019.

“Kita akan mulai dari tanggal 9 hingga 31. Karena sesuai dengan prediksi BMKG, hujan itu akan terjadi di awal November. Setiap hari kita akan maraton beberesih. Kita juga akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD, Red), komunitas, forum RW, Tagana dan komunitas lainnya, sehingga akan diminta untuk melibatkan binaannya, dari PU dan kewilayahan sekitar 2000 orang dipastikan akan turun,” jelasnya saat On Air di Radio PR FM 107,5 News Channel, Senin (7/10/2019).

Dedi menilai, Kota Bandung masih kekurangan daerah resapan air. Ditambah dengan perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai yag mengakibatkan badan sungai menjadi tidak optimal. Maka dari itu, Mapag Hujan ini mesti segera dilakukan guna mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan mendatang.

“Ini kan yang paling benar itu hujan diresapkan. Kondisi saat ini resapan masih kurang sehingga akibatnya sedimen cukup tinggi. Ditambah dengan perilaku masyarakat dalam membuang sampah belum bagus. Dengan fakta itu, maka yang kita butuhkan saat ini adalah bagaiamana badan air berfungsi optimal. Itu yang akan kita lakukan di Mapag Hujan ini, angkat sedimen, angkat sampah dan menghilangkan segala yang mengganggu kelancaran air di badan sungai,” tambahnya.

Selain melakukan kampanye publik secara masif, Wali Kota Bandung Oded M. Danial, akan menerbitkan surat edaran untuk melakukan pengangkatan sedimen dan pembersihan sungai dalam upaya mengajak semua kalangan.

"Semua bergerak ikut, kemarin arahannya Wali Kota, pertama harus kampanye publik yang masif. Kemudian akan membuat surat edaran. Semua rumah dan kantor ikut membersihkan. Boleh bergabung dengan jadwal kita atau punya jadwal sendiri juga boleh. Nanti juga Wali Kota dan wakilnya akan melakukan monitoring, sehingga ini menjadi bukti tidak hanya sekedar seremonial, ini kerja,” papar Dedi.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA