Bupati Bandung Barat Marah Besar Lihat Kualitas Drainase

Bandung Raya

Senin, 7 Oktober 2019 | 16:12 WIB

191007161230-bupat.jpg

Dicky Mawardi

BUPATI Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna marah besar melihat buruknya kualitas pengerjaan saluran air /drainase  yang berada di samping Plasa Mekarsari,  Kompleks Pemkab Bandung Barat,  Kecamatan Ngamprah. Pasalnya pinggir atas drainase sudah mengalami  retak-retak padahal proyek itu relatif masih baru.

"Sehabis apel tadi, saya sempat memeriksa beberapa fasilitas yang ada di sekitar plasa. Ada yang menarik perhatian, yaitu drainase yang memanjang dari plasa ke sekitar Masjid Agung Ash Shidiq. Ketika bagian atasnya diinjak langsung hancur, kualitas pengerjaannys sangat buruk," kata Bupati Umbara di sela-sela peresmian Bale RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat)  Desa Kertajaya,  Kecamatan Padalarang,  Senin (7/10/2019).

Ia menegaskan, kontraktor yang mengerjakan proyek drainase ini tidak akan diberi pekerjaan lagi di Kabupaten Bandung Barat. Begitu pun dengan dinas yang memiliki program kegiatan tersebut akan segera dipanggil untuk dimintai penjelasan.

Aa mengatakan, selain kualitasnya tidak seusai harapan, proyek tersebut juga berada di dalam lingkungan Pemkab Bandung Barat.

"Saya yakin kualitas  proyek ini tidak sesuai spek (spesifikasi).  Kalau sesuai spek pasti kualitasnya baik. Yang membuat saya kecewa,  proyek ini berada di dalam lingkungan pemerintah. Di depan mata saya. Bagaimana dengan proyek di luar, bisa saja ada yang kualitasnya lebih buruk dari ini," tuturnya.

Oleh karena itu, dia akan berkeliling memantau seluruh pekerjaan fisik. Langkah itu sebagai upaya untuk melihat kualitas pekerjaan hasil rekanan pemerintah.

"Saya juga minta Dinas untuk mengawasi setiap proyek yang menjadi tanggung jawabnya   Misalnya ada proyek dengan nilai Rp 1 miliar,  tapi ternyata setelah dinilai hasil pekerjaannya paling hanya menghabiskan anggaran Rp 500 juta. Ya sudah dibayarnya sesuai hasil pekerjaan," tandasnya.

Langkah tegas ini, lanjutnya, demi menyelamatkan uang.negara dan menjaga kualitas pekerjaan rekanan. "Bila ada kontraktor natal, kita tegas mem-black list-nya," tegasnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA