SPPI Menilai Pernyataan Rieke Soal PT Pos Pailit Ada Benarnya

Bandung Raya

Senin, 7 Oktober 2019 | 13:50 WIB

191007135040-sppi-.jpg

KETUA Serikat Pekerja Pos Indonesia (SPPI), Jaya Santosa menanggapi pernyataan anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, terkait rumor pailitnya PT Pos Indonesia. Menurut Jaya, pernyataan yang disampaikan menyiratkan kepedulian dari politisi PDI Perjuangan tersebut.

"Apa yang disampaikan Rieke Diah Pitaloka di DPR RI beberapa waktu lalu secara otomatis mengungkapkan kepeduliannya terhadap pekerja PT Pos saat ini," ujar Jaya, Senin (7/10/2019).

Disampaikan Jaya, Rieke sejak lama memang kerap menyuarakan aspirasi dan kepentingan PT Pos. Dalam berbagai hal, SPPI juga banyak melakukan kerjasama dengan Rieke. Artinya, SPPI punya kedekatan khusus dengan Rieke.

Mengenai data secara lengkap terkait yang disampaikan Rieke, Jaya mengaku pihaknya memang belum memilikinya. Namun, pernyataan Rieke itu sama dengan apa yang didengar di lingkungan kerja PT Pos di kantor pusat Bandung. "Jadi ada kemungkinan statemen Rieke itu benar. Para pejabat juga sampaikan seperti itu," ujar Jaya.

Hal lain yang dapat mendukung statemen Rieke, tambah Jaya, yaitu soal tuntutan permintan pembayaran jasa produksi 2017 yang baru digugat oleh SPPI ke Pengadilan Tinggi Hubungan Industrial (PTHI) Bandung. Gugatan itu tidak seluruhnya dikabulkan oleh PT Pos, meski saat ini sudah dimenangkan di PTHI.

"Kinerja PT Pos Indonesia saat ini juga selalu kalah dengan perusahan pesaing yang ada saat ini. Ini juga mendukung pernyataan Rieke," tambah Jaya.

Ia bahkan menilai, pernyataan Rieke di media sosial  lebih memiliki data yang tepat dibanding pihaknya yang selama ini masih belum diberikan izin untuk melihat anggaran program perusahan. "Mungkin Rieke punya data sendiri dan punya bukti, dan memang sudah berbicara seperti itu yah," tandasnya.

Seperti diketahui, anggota DPR RI IV, Rieke Diah Pitaloka pada video yang diunggahnya di akun Instagram, @riekediahp, Kamis 18 Juli 2019, menyebut PT Pos Indonesia sedang terancam bangkrut. Rieke membeberkan hal itu di rapat yang digelar Komisi IV DPR RI dengan Kementrian BUMN, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Telkom, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

"PT Pos sedang collapse sampai gaji karyawan pun harus pinjam bank. Saya pribadi akan pertahankan PT Pos sampai tidak pailit karena itu sejarah kemerdekaan bangsa kita ini," kata Rieke dalam video tersebut.

Dalam video, Rieke juga meminta perhatian khusus Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno untuk bertanggung jawab dengan kondisi PT Pos Indonesia.

Rieke bahkan meminta kepada pimpinan Komisi IV untuk menjadwalkan ulang rapat terkait masalah PT Pos Indonesia. Dalam rapat selanjutnya, ia menyebut akan membongkar persoalan yang dialami oleh PT Pos Indonesia.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA