Diberangkatkan Umrah, Mata Anggota Gober Caringin Ini Berkaca-kaca

Bandung Raya

Jumat, 4 Oktober 2019 | 13:25 WIB

191004132706-diber.jpg

Lucky M. Lukman

JUMAT berkah. Mungkin kalimat singkat itu cocok untuk menggambarkan sangat bermaknanya hari ini, Jumat (4/10/2019), bagi Iyus Rohaeli (81). Tanpa diduga, Iyus mendapatkan rezeki berangkat umrah lewat program CAUASAK (Caringin Angkat Umroh Angkat Sadaya Karena Allah).

Iyus pun tak bisa berkata banyak. Ia tampak terharu dengan mata yang berkaca-kaca ketika secara simbolis menerima piagam dan sorban yang diserahkan Camat Bandung Kulon, Asmara Hadi dan Lurah Caringin, Farhan Akbar, di aula Kantor Kelurahan Caringin, Kota Bandung.Hanya ucap syukur yang terus menerus dipanjatkan oleh Iyus.

Usai menerima hadiah umrah, Iyus pun sempat berbincang dengan wartawan. Pria yang sehari-harinya menjadi anggota Gober Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon itu mengaku baru pertama kali berangkat umrah. Iyus tak menyangka dan mengaku rasanya seperti mimpi.

"Seperti mimpi rasanya, saya bersyukur dan berterima kasih kepada pak lurah dan pak camat serta seluruh masyarakat yang membantu," ujar Iyus.

Iyus sendiri sudah menjadi anggota Gober sejak tahun 2013. Ia bertugas bersama anggota Gober lainnya untuk membersihkan saluran air yang mampet di wilayah Kelurahan Caringin.

Saat ini, pria berusia 81 tahun tersebut memiliki 10 orang cucu, sejumlah buyut dan enam orang anak. Lima orang laki-laki dan seorang anak perempuan.

Camat Bandung Kulon, Asmara Hadi menjelaskan, program memberangkatkan anggota Gober untuk umrah ke Baitullah adalah yang pertama di Kota Bandung. Ia pun sangat mengapresiasi program yang diluncurkan oleh Kelurahan Caringin.

"Ini perdana di Kota Bandung, memberangkatkan umrah dan diambil dari anggota Gober kelurahan. Semoga kegiatan perdana ini bisa semakin berkembang dan menjadi percontohan bagi kecamatan dan kelurahan lainnya di Kota Bandung," tutur Asmara Hadi.

Tidak latah
Dijelaskannya, program yang dipelopori Lurah Caringin itu sangat luar biasa. Menurutnya, Lurah Caringin paham membaca apa yang dibutuhkan di lingkungannya. Namun Asmara Hadi tetap berpesan agar dalam membuat program, tidak karena latah atau meniru program yang ada.

Yang pasti, ujar Asmara Hadi, program yang sudah berjalan sudah banyak. Namun, program untuk mendukung terkait masalah spritual atau keagamaan masih belum ada.

"Dan Lurah Caringin saya nilai sudah melakukan inovasi yang luar biasa karena menyesuaikan dengan permasalahan yang ada di kelurahan," tandasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Caringin, Farhan Akbar didampingi Sekretaris Lurah, Tjakra Irawan menambahkan, program unggulan tersebut diberi nama CAUASAK (Caringin Angkat Umroh Angkat Sadaya Karena Allah). Program tersebut mulai dirancang pada November 2018.

"Kesejahteraan rohani, seperti jalan-jalan ke tempat wisata, itu sudah biasa. Hal yang sulit ialah untuk ziarah ke Tanah Suci. Alasan pemilihan seorang anggota Gober yang diberangkatkan umrah, karena Gober dan Linmas itu sangat dekat dengan kelurahan dan kecamatan," terangnya.

Tahun ini, ungkap Farhan, anggota Gober yang diberangkatkan umrah baru Iyus Rohaeli. Farhan mengatakan, saat ini ada 18 anggota Gober dan 10 Linmas di Kelurahan Caringin. Pemilihan Iyus untuk berangkat umrah, dikarenakan dari anggota Gober dan Linmas yang ada di kelurahan, Iyus lah yang berusia sepuh.

Ditambahkan Farhan, sumber dana untuk memberangkatkan Iyus berasal dari masyarakat dan CSR dari berbagai perusahaan termasuk Travel Dago Wisata. Rencananya, Iyus akan berangkat pada 10 November 2019 dan sudah didaftarkan melalui Dago Wisata.

"Biaya awalnya sekira Rp 24 juta. Tapi karena mendapat CSR dari Dago Wisata, akhirnya biaya umrah menjadi Rp 21 juta," ungkap Farhan.

Lebih lanjut disampaikan Farhan, program CAUASAK diharapkan bisa berkelanjutan dan semakin banyak orang yang bisa diberangkatkan umrah. Farhan sendiri mengaku belum pernah berangkat umrah. "Kami mengutamakan sepuh yang sudah berjasa di Gober kelurahan," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA