PSI Tantang Oded Wujudkan Kota Bandung Masuk 10 Besar Kota Tertoleran

Bandung Raya

Rabu, 25 September 2019 | 18:28 WIB

190925183118-psi-t.jpg

DI Hari Jadi Kota Bandung ke 209, PSI Kota Bandung memberikan tantangan pada Wali Kota Bandung Oded M. Danial. Yakni menjadikan Kota Bandung masuk dalam 10 teratas kota tertoleran di Indonesia. Berdasarkan penilaian Index Kota Toleran IKT-Setara Institute tahun 2018, Kota Bandung masih berada di peringkat 69 dari 94 kota tertoleran.

"Kami menantang Wali Kota Bandung untuk menjadikan Kota Bandung masuk ke dalam sepuluh Kota Tertoleran di Indonesia," ujar Ketua DPD PSI Kota Bandung, Irfan Cahyo Narbowo, di Jln. Sukabumi, Kamis (25/9/2019).

Tantangan ini diberikan karena dalam waktu saru tahun, Wali Kota Bandung Oded M. Danial dianugerahi sebagai Kepala Daerah yang telah berpartisipasi mendukung program moderasi agama dan penguatan fungsi penyuluh agama. Selain itu, penilaian index inu pun sebagai salah satu tolak ukur kinerja secara data yang bisa dilihat.

"Tantangan kita, bisa enggak membawa ke level baru kota toleran," ungkapnya.

Diakui Irfan, beberapa upaya sudah dilakukan Pemkot Bandung, misalnya membentuk Kampung Toleransi. Tapi apakah program-program yang sudah dilakukan ini mampu membawa Kota Bandung ke posisi toleran yang lebih baik di Tahun 2019.

"Wali kota sudah buat Kampung Toleransi, berdayakan mereka dan aktifkan jangan hanya sekedar nama. Ini harus menjadi momentum awal sebuah toleransi. Kampung toleransi ini pun bisa dibuat di daerah-daerah lain, minimal satu kampung di satu kecamatan," ungkapnya.

PSI, ungkapnya, siap membantu dan berjanji menjembatani bila ada kegiatan yang membutuhkan kebersamaan dan toleransi beragama. Misalnya, saat acara salat subuh berjamaah yang digelar akhir pekan lalu dalam rangka HJKB, harusnya melibatkan umat agama lainnya untuk membantu. Mereka, tentunya akan senang dan tidak keberatan.

"Kami dorong agar banyak kegiatan keberagaman digelar. Contohnya, saat subuh berjamaah bisa libatkan umat agama lain. Ajak mereka bantu jagain parkir, atau arahkan jalan, enggak ada salahnya tenggang rasa, saya yakin mereka mau," ungkapnya.

Kegiatan keberagamaan, ungkapnya, bisa mencerminakan toleransi di Kota Bandung. Hari Toleransi Internasional yang diadakan setiap 16 November perlu digaungkan menjadi agenda tahunan bersama guna menyosialisasikan keseriusan Kota Bandung menjadi kota toleran.

"Ada kebanggan bila Bandung dikenal dengan keberagaman. Ajak masyarakat buat program yang partisipatif dan kolaboratif. Masyarakat harus dilibatkan dalan setiap program tanpa melihat suku, agama, ras dan golongan tanpa memandang mayoritas dan minoritas," tandasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA