Bantu Anak Terlantar dan PMKS, Dinsos Jabar Gulirkan Program Panti Juara

Bandung Raya

Jumat, 20 September 2019 | 17:06 WIB

190920170112-bantu.jpg

Irwina Istiqomah

SELAIN kemiskinan, penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat. Kolaborasi bersama pihak swasta melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) terus diperkuat.

Kepala Dinsos Jabar, Sodo Suhendar mengatakan, problematika PMKS masih belum bisa teratasi lantaran data yang dimiliki belum akurat, baru mengandalkan data dari panti milik Pemprov Jabar dan swasta. Oleh karena itu, pihaknya akan membentuk Pusat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

Dodo menyebut, pihaknya juga memiliki program Panti Juara. Selama berada di panti, anak-anak diperhatikan mulai dari jasmani, rohani, kesehatan, hingga pendidikan.

Anak asuh dari Panti Juara yang tidak memiliki biaya dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi melalui bidik misi dan jalur prestasi. Dinsos Jabar menjalin kerja sama dengan perusahaan garmen agar alumni dari Panti Juara diberi pelatihan operasional mesin sehingga nantinya dapat bekerja di perusahaan tekstil.

"Kami sudah bekerja sama dengan Amil Zakat untuk membantu biaya hidup alumni anak asuh kami selama mengikuti perkuliahan sampai diwisuda," katanya di Kantor Dinsos Jabar, Jumat (20/9/2019).

Saat ini sudah ada 26 anak yang mengenyam bangku kuliah dan satu orang di antaranya bakal diwisuda. "Kami juga terus memastikan agar anak-anak asuh kami tidak ada yang menganggur," ucapnya.

Lebih lanjut, jumlah anak terlantar di Jabar mencapai 148.902 orang berdasarkan data pada tahun 2017. Di samping anak-anak terlantar, kini tanggung jawab Dinsos bertambah untuk melayani anak membutuhkan perlindungan khusus yang mencapai 36.298 orang anak.

Anak membutuhkan perlindungan khusus di antaranya korban bencana, korban tindak kekerasan, korban perang, korban perdagangan manusia, dan terpisah dari keluarga. Namun, sejauh ini UPTD Panti Sosial Rehabilitasi Anak Membutuhkan Perlindungan Khusus (PSRAMPK) Jabar baru mampu melayani 420 anak.

"Masalah utama tetap anak-anak terlantar. Tahun depan kami akan membentuk satuan khusus untuk mengurus anak membutuhkan perlindungan khusus. Kami harus tetap melayani walaupun petugas dan fasilitas terbatas," tuturnya.

Dodo menilai bahwa penanganan permasalahan sosial harus dilakukan secara komprehensif. Maka dari itu, pihaknya telah menyusun 10 program strategis.

Ke-10 program tersebut yaitu Pusat Informasi Terpadu Menuju Sejahtera, Pusat Pengembangan SDM dan Layanan Sosial, Revitalisasi Panti, Pusat Pengendalian Operasional Layanan Sosial, Unit Pelayanan Sosial Keliling, Klinik Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, Percepatan Graduasi Keluarga Penerima Bantuan Sosial, Kampung Siaga Bencana Juara, Pusat Kesehatan Sosial, serta Sosial Awards.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA