Padi Organik Bisa Tingkatkan Kesehatan

Bandung Raya

Jumat, 20 September 2019 | 15:28 WIB

190920152934-padi-.jpg

Engkos Kosasih

DIRJEN Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Bupati Bandhng beserta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung melaksanakan gerakan panen padi organik tingkat Provinsi Jawa Barat di Kelompok Tani Organik Sarinah Desa Bumiwangi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Jumat (20/9/2019).  

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Hendi Jatnika mengatakan gerakan panen padi organik ini diharapkan menjadi momentum meningkatkan pembangunan pada sektor pertanian, khususnya varietas padi organik.

Hendi menilai, pertanian padi organik dapat meningkatkan kesehatan melalui daur ulang bahan organik. 6.944 hektare pengembangan pertanian padi organik di Jabar, salah satunya di Kabupaten Bandung sebagai salah satu pelopor.

"Jabar memiliki sumber daya alam yang bagus, untuk terus dikembangkan dalam memberikan penghidupan. Mengingat, perkembangan penduduk di Jabar cukup pesat. Jabar harus bersaing dari segi kuantitas dan kualitas pertanian organik. Banyak mengembangkan beras organik. Kami terus berusaha  mengembangkan beras organik, di antaranya beras organik sarinah," paparnya.

Hendi mengatakan, pihaknya sempat ditantang untuk melaksanakan ekspor beras padi organik ke negara Aman. Pasarnya, ada untuk organik di Timur Tengah. "Sentra pengembangan padi organik ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang M. Naser mengatakan, pengembangan padi organik untuk menunjang kesehatan masyarakat, karena bergizi tinggi dan tak mengandung racun. Selain pada varietas padi, pertanian kentang atau sayur mayur mulai dikembangkan pertanian organik. "Kita bertekad untuk terus pengembangan padi organik," katanya.

Ia berusaha untuk memperluas pertanian organik untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung. Saat ini, yang mengurus sertifikat pertanian organik sudah berdatangan dan itu artinya sudah ada kesadaran dari para petani.

"Air yang dialirkan tak ada yang menggunakan pupuk anorganik, semuanya harus berbasis organik. Ini terus dilakukan edukasi bersama PPL dan TNI yang selalu memback-up," katanya.

Ia berharap lahan abadi untuk dipertahankan, menyusul jumlah penduduk Kabupaten Bandung terus melonjak selain kehadiran para pendatang. "Jumlah penduduk Kabupaten Bandung capai 3,7 juta. Itu karena ada rangsangan investasi yang mencapai 16 triliun, sehingga berdampak pada terciptanya lapangan kerja dan mengurangi pengangguran," katanya.

Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian RI Suwandi mengatakan, pertanian padi organik tak akan terpengaruh oleh harga pupuk mahal karena tidak menggunakan pupuk kimia.

"Kuncinya memperbesar pasar untuk produksi pertanian organik," katanya.

Suwandi mendorong kepada para petani untuk menjalin kemitraan dengan importir, untuk pemasaran hasil pertanian organik. "Cintai produksi dalam negeri," katanya.


Menurutnya, dengan padi organik tanah subur, dan ramah lingkungan. "Itu warisan untuk anak cucu kita," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA