Kemarau Panjang, Warga Gununghalu Gelar Salat Istisqo

Bandung Raya

Jumat, 20 September 2019 | 14:14 WIB

190920141658-kemar.jpg

Dicky Mawardi

KRISIS air bersih di Desa Tamanjaya,  Kecamatan Gununghalu,  Kabupaten Bandung Barat semakin parah. Tercatat lebih dari 100 kepala keluarga yang bertempat tinggal di Kampung Cetok,  Nagrak , Babakan Sari dan Ciranjang sudah berbulan-bulan kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk mendapatkan air bersih warga sampai harus berjalan ratusan meter bahkan  sampai  1 kilometer ke sumber air bersih terdekat. Mereka ada yang berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor untuk mengangkut air yang dimasukkan ke dalam jerigen.

Terkait dengan hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Tamanjaya melaksanakan salat Istisqo di lapangan Kampung Citakrim. Doa minta diturunkan hujan ini diikuti 150 orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, aparat desa dan Babinsa Serda Asep Tajudin.

Ketua MUI KH.Ade M.Syamsudin mengajak masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT.

"Banyak-banyaklah bertobat supaya doa dan keinginan kita semua agar segera turun hujan dikabulkan oleh Allah SWT," kata Syamsudin di Gununghalu, Jumat (20/9).

Meski di bawah terik matahari, warga yang terdiri dari pria, wanita dan anak-anak tampak khusyuk selama melaksanakan Istisqo.

Babinsa Desa Tamanjaya Serda Asep Tajudin menambahkan,  selama musim kemarau ini sudah lima kali warga menggelar Istisqo. Sebelumnya doa minta hujan ini digelar di tingkat RW.

"Untungnya masih ada sumber air yang tersisa, walaupun memang cukup jauh untuk mengambilnya," kata Asep Tajudin.

Ia mengungkapkan hujan terakhir mengguyur wilayah tersebut pada 17 Agustus lalu. Akibatnya tidak.hanya berpengaruh pada mata air tapi juga air sungai yang selama ini digunakan untuk mengairi sawah.

"Hanya kepada Allah SWT kita berdoa, meminta agar diturunkan hujan. Biar petani bisa kembali bercocok tanam dan sumur warga kembali berair," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA