200 Anak SD Ikuti Jambore Cimahi Reading Habit

Bandung Raya

Kamis, 19 September 2019 | 15:52 WIB

190919155500-200-a.jpg

Laksmi Sri Sundari

SEDIKITNYA 200 anak Sekolah Dasar (SD) mengikuti Jambore Cimahi Reading Habit (CRH) yang berlangsung di Alam Wisata Cimahi (AWC) Jln. Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Kamis (19/9/2019).

Kegiatan yang dibuka Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada anak-anak yang telah membaca buku lebih dari 30 judul buku.

Menurut Ajay, CRH adalah wujud apresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kepada siswa peserta CRH  yang telah menamatkan membaca buku lebih dari 30 - 120 judul buku

"Program Cimahi Reading Habit merupakan program unggulan yang digulirkan  ke sekolah-sekolah. Hal itu dilakukan agar dicapai hasil yang optimal dalam upaya meningkatkan kegemaran membaca di kalangan generasi muda," katanya.

Disebutkannya, untuk mewujudkan anak yang mempunyai kegemaran membaca harus dipupuk sedini mungkin, serta digiatkan secara serentak dan terpadu.

"Dengan program tersebut, diharapkan dapat terwujud anak yang mempunyai kegemaran membaca. Maka setelah tercipta kegemaran  membaca diharapkan anak memiliki kemampuan literasi," ujarnya.

Sesuai dengan tema jambore kali ini yaitu “Today a Reader Tomorrow a Leader” diharapkan akan muncul generasi cerdas, generasi membaca, generasi pembelajar cikal bakal sumber daya manusia handal yang menjadi investasi jangka panjang bagi Kota Cimahi.

"Generasi inilah yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi bangsa di masa depan," ujar Ajay.

Dijelaskannya, budaya membaca haruslah  digelorakan di seluruh lapisan masyarakat, karena dengan membaca buku bisa mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan juga dapat mebentuk pola pikir yang kritis.

"Dengan budaya membaca bisa membentuk sumber daya manusia yang tangguh,  yang bisa berkontribusi terhadap pembangunan di kota cimahi," terangnya.

Namun yang terjadi saat ini, tambah Ajay, dengan perkembangan zaman yang pesat, masyarakat dimanjakan dengan hadirnya perangkat teknologi yang canggih, seperti televisi, handphone dan internet, yang berimplikasi pada semakin berkurangnya minat membaca buku di tengah-tengah  masyarakat kita.

Menurut Ajay, mayoritas masyarakat lebih memilih menghabiskan waktu berjam-berjam di depan televisi untuk menonton acara televisi, ketimbang menyempatkan diri membaca  buku. Begitu pula dengan hadirnya internet, masyarakat kebanyakan lebih condong menggunakan internet untuk mengakses situs-situs jejaring sosial, mengunduh film, bermain game online, dari pada memanfaatkannya untuk mencari bahan bacaan yang bermanfaat atau literatur yang sarat ilmu pengetahuan.

"Untuk itu kita sudah seharusnya mencari cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat tersebut. Alhamdulillah perpustakaan kota cimahi yang dikelola oleh Diskominfoarpus sudah memfasilitasi melalui penyediaan perpustakaan digital yang bisa diakses melalui smart phone dengan media internet," tuturnya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA