UIN SGD Bandung Terima 2 Penghargaan Terbaik PTKIN dari Kemenag

Bandung Raya

Rabu, 18 September 2019 | 20:06 WIB

190918200735-uin-s.jpg

REKTOR Universitas Islam Negeri (UIN) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menerima dua penghargaan dari Kementrian Agama RI sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pengusul proposal penelitian terbaik untuk kategori UIN dan terbaik dalam kontribusi proposal.
Pemberian penghargaan langsung diberikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil, Kamaruddin Amin, MA, didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag kepada Prof. Mahmud, M.Ag., yang berhasil mengusulkan  383 proposal dan 317 proposal terbaik dalam kontribusi saat membuka acara Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2020 yang berlangsung di Hotel Horison Grand Serpong, Rabu (18/09/2019) sore.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Arskal Salim, menjelaskan ACRP merupakan forum akademik yang menjadi barometer kualitas dari proposal yang diajukan oleh dosen-dosen PTKI di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
ACRP tahun ketiga ini merupakan cara kinerja untuk melakukan akuntabiltas proses dan tahapan-tahapan untuk menilai, menseleksi, dan menetapkan proposal yang terbaik.
"Guna memberikan apresiasi dan memacu semangat, kami memberikan penghargaan kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam terbaik dalam kontribusi pengusulan proposal penelitian," terangnya.
Penghargaan yang diberikan Kemenag; Kategori Universitas Islam Negeri, diraih oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 383 proposal; Kategori Institut Agama Islam Negeri, diraih oleh IAIN Jember sebanyak  149 proposal; Kategori Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, diraih oleh STAIN Bengkalis sebanyak 44 proposal; PTKIN terbaik dalam kontribusi proposal pada Satker Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam diraih oleh UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jumlah proposal 105 buah; PTKIN terbaik dalam kontribusi proposal pada satker PTKIN yang bersangkutan diraih oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan jumlah proposal 317 buah.
Prof. Arskal, menuturkan penghargaan juga diberikan untuk publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat untuk tahun anggaran 2020.
Prof. Kamaruddin mengingatkan para peserta ACRP, "Research yang dibiayai oleh Kemenag harus terlihat dampak keilmuan, dampak ekonomi, dampak politik, dampak sosial, dan dampak lainnya," paparnya.
Menurutnya, akademisi ditantang untuk melahirkan karya-karya munumental. Kamaruddin mencontohkan kalangan orientalis yang mampu melahirkan karya-karya monumental dan cukup mempengaruhi dunia.
"Penelitian harus dapat mengkapitalisasi potensi kita di Indonesia. Dengan perkataan lain, produk penelitian ini harus berdampak dan menyentuh pada kehidupan masyarakat," tegasnya.
"Produk penelitian harus bisa kita publish pada jurnal-jurnal bereputasi tinggi," sambungnya.
Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menilai secara kuantitas  penelitian dosen PTKI sudah sangat banyak. Namun, secara kualitas masih perlu dieksplore dengan baik.
"Ke depan, harus ada peningkatan research secara kualitatif. Peneliti PTKIN dan PTKIS juga harus bisa mengakses berbagai sumber pendanaan penelitian di luar Kementerian," tandasnya.
Atas keberhasilan ini, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M), Dr. Husnul Qadim, M.Ag., mengucapkan terimakasih dengan diraihnya dua penghargaan terbaik di lingkungan PTKIN; untuk kategori Universitas Islam Negeri, dengan mengusulkan sebanyak 383 proposal; PTKIN terbaik dalam kontribusi proposal pada satker PTKIN yang bersangkutan, dengan jumlah proposal 317 buah. 
"Dengan mengucapkan alhamdulillah. Saya atas nama Rektor berterimakasih kepada seluruh civitas akademika UIN SGD Bandung yang telah berusaha membuat proposal terbaik untuk ikut mencerdaskan bangsa, memberdayakan umat, sehingga mendapatkan dua penghargaan terbaik dari Kemenag," tegasnya.
Prestasi ini kata Rektor merupakan raihan kedua tingkat nasional setelah tahun 2018 sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan dari Kemenristekdikti pada acara Sinta Award.
Sesuai dengan arahan Direktur mari kita jadikan segala hasil penelitian ini sebagai bahan untuk belajar mengajar, mengabdi, dan mengambil kebijakan yang didasarkan pada penelitian.
"Saya berharap mudah-mudahan kedepannya, kita dapat terus mengingatkan penelitian dan hasilnya, bukan hanya dari segi kuantitas, kualitas, yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi, bereputasi yang terus meningkat. Akan tetapi, yang paling utama dari semua itu, hasil penelitian UIN SGD Bandung dapat menjadi karya monumental yang ikut mencerdaskan dan menyelesaikan permasalahan bangsa, negera dan agama," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA