DPRD KBB Rekomendasikan Tuntutan Buruh Soal Kenaikkan Iuran BPJS

Bandung Raya

Rabu, 18 September 2019 | 19:01 WIB

190918190330-dprd-.jpg

DPRD Kabupaten Bandung Barat merekomendasikan sejumlah tuntutan dari tujuh serikat pekerja yang menggelar aksi unjuk rasa di halaman lembaga wakil rakyat tersebut, Rabu (18/9/2019). Salah satunya mengeluarkan rekomendasi penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Demikian diungkapkan Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bandung Barat Dede Rahmat seusai pertemuan di ruangan gedung DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu. Anggota DPRD yang hadir dalam pertemuan itu Pimpinan Sementara DPRD Bagja Setiawan, Iwan Ridwan, Nur Djulaeha, Amung dan Pither Tjuandys.

"Mudah-mudahan saja dengan keadaan Ibu Nur dan Pak Amung yang sebelum duduk di dewan sudah begitu dengan para pekerja bisa mengawal rekomendasi kali ini. Sebab, pengalaman kami sebelumnya setiap rekomendasi yang dikeluarkan dewan tidak ada tindaklanjutnya," kata Dede Rahmat.

Salah satu tuntutan menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, lanjutnya, karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat kecil terutama peserta iuran mandiri.
"Alhamdulillah, DPRD Kabupaten Bandung Barat memiliki kesamaan pandangan dengan kami. bahwa iuran BPJS Kesehatan belum layak dinaikan. Kita menolak keras itu." tandasnya.

Pimpinan DPRD Kabupaten Bandung Barat sementara Bagja Setiawan menegaskan pihaknya termasuk yang menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. "Kami juga menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Selama kami duduk di dewan akan selalu  stiqomah  memperjuangkan  apa yang menjadi tuntutan buruh" kata Bagja.
 
Sebelumnya diberitakan ratusan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat pekerja antara lain SPN, FSMPI, GOBSI, SPSI menggelar aksi unjuk rasa ke DPRD Kabupaten Bandung Barat, Rabu siang. Unjuk rasa ini menyebabkan satu ruas jalan Raya Padalarang menuju Cianjur ditutup.

Polisi menutup lajur dari arah Cimareme/Kota Baru Parahyangan menuju Cianjur. Kerndaraan dialihkan  menggunakan lajur sebaliknya.

Sementara kendaraan dari arah Cianjur menuju Bandung dialihkan ke Pasar Tagog Padalarang. Antrean kendaraan hingga sekarang masih terjadi dari kedua arah.
Puluhan petugas kepolisian, dan  Satpol PP mengatakan jalannya aksi yang berlangsung aman.

Salah satu yang dituntut para pendemo berkaitan dengan penolakan kenaikan iuran BPJS kesehatan revisi UU No 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dalam orasinya para buruh menilai kenaikan  iuran BPJS Kesehatan sangat memberatkan buruh dan masyarakat umum.

    

Editor: Kiki Kurnia



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA