Ribuan Siswa Paud Unjuk Kebolehan di Taman Lalu Lintas Ade Irma Nasution

Bandung Raya

Rabu, 18 September 2019 | 16:35 WIB

190918163542-ribua.jpg

RIBUAN siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bandung mempertunjukan kreasi seni, lagu dan kaulinan tradisi di Taman Lalu Lintas Ade Irma Nasution, Jln. Sumatera, Kota Bandung, Rabu (18/9/2019). Kegiatan tersebut, merupakan pembinaan kreativitas anak usia dini dengan mengusung tema budaya lokal di era digital.

Dalam kesempatan tersebut, sekitar 2 ribu siswa PAUD yang berasal dari 30 kecamatan di Kota Bandung, memainkan surser, cingciripit, tali karet dan permainan tradisional lainnya. Mereka juga mempertunjukan tarian tradisional Sunda. Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan Kota Bandung ini juga menjadi ajang untuk meningkatkan daya motorik para anak.

Bunda PAUD Kota Bandung, Siti Muntamah Oded mengatakan, kreatifitas anak usia dini harus terus dikembangkan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan menjadi garda utama untuk membentuk dan mendorong anak usia dini lebih kreatif dalam menghadapi era digital.

"Pembinaan ini dengan berbagai macam kreativitas mulai motorik, menghadirkan seni. Ada juga Talk Show pola asuh anak di era digital. Ini harus diapresiasi," ungkapnya.

Menurutnya, pada era digital saat ini, penggunaan gawai atau gadget oleh anak-anak harus dibatasi. Dengan demikian, pada awal pengenalannya harus lebih banyak diberikan dari sisi edukasinya.

Diakuinya, gadget memiliki sisi negatif dan positif, maka peran orang tua dan lingkungan untuk membatasi dan mengawasi penggunaannya.

"Di usia dini ini dengan kreativitas dan motorik yang sehat, gadget harus dibatasi sesuai kebutuhan. Sehingga orangtua membuat strategi agar digunakan seperlunya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra mengatakan, kreativitas merupakan kunci untuk menguatkan fondasi dalam menghadapi era digital. Mengingat melalui kreativitas, maka anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dapat menunjukkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya sehingga mampu mengatasi setiap persoalan yang dihadapi.

"Melalui kreativitaslah seorang individu dapat mengaktualisasikan dirinya, seberapa besar potensinya, apa saja kompetensinya. Tanpa kreativitas, rasanya akan tidak mudah seseorang dalam menghadapi era digital yang semakin kompetitif," terangnya.

Dikatakannya, pihaknya para orangtua juga dapat bersama-sama menyadari kreatifitas sang anak, termasuk memahami bagaimana seharusnya menerapkan pola asuh yang tepat di era digital.

Pada akhirnya, dengan mengetahui dan memahami potensi anak-anak serta pola asuh yang tepat untuk diterapkan, orang dewasa dalam hal ini orangtua maupun guru dapat mengarahkan kemampuan anak-anak sesuai potensinya.

"Dengan begitu, tidak akan ada lagi istilah sebagaimana adagium jangan ajari burung berenang dan ikan untuk terbang. Anak-anak dapat dikembangkan potensi dan kreativitasnya sejak dini serta pada fase kehidupan selanjutnya," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA