Industri Berjangka Komoditi Dorong Pertumbuhan Perdagangan Timah

Bandung Raya

Rabu, 18 September 2019 | 14:26 WIB

190918142143-indus.jpg

Irwina Istiqomah

INDONESIA selama ini dikenal sebagai negara yang memiliki potensi tambang timah sangat besar. Kementerian BUMN dengan kebijakan Sinergi BUMN mendorong sinergi dalam sektor perdagangan timah, termasuk juga oleh industri berjangka komoditi.

Sinergi ini tidak hanya untuk meningkatkan kinerja bisnis BUMN yang terlibat, tetapi juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah untuk masyarakat. Potensi perdagangan komoditas timah tersebut dilirik oleh perusahaan berpelat merah, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi mengatakan, Indonesia menyumbang 23 persen market timah dunia. Indonesia juga memiliki potensi besar bagi para pelaku bisnis perdagangan timah batangan secara nasional maupun global.

"Bahwa apa yang selama ini dilakukan tentu dalam kerangka besar memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia," katanya di Grand Preanger Bandung, Rabu (18/9/2019).

Ia menyebut, pihaknya mendukung pemerintah daerah dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk mensejahterakan rakyat. "Hal-hal yang dapat meningkatkan perekonomian daerah tentu kami dorong sebaik mungkin. Kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga kami jalin dengan baik," tuturnya.

Pimpinan Cabang Rifan Financindo Berjangka Bandung Anthony Martanu menambahkan, kontrak produk derivatif di industri berjangka komoditi terbagi dua yaitu multilateral seperti kontrak berjangka kopi, kakao, dan timah. Sedangkan bilateral terbagi tiga yaitu kontrak berjangka locogold, forex, dan index.

Berbicara indeks, untuk saat ini ada Indeks Hanseng dan Indeks Nikkei. Pergerakan produk derivatif ini termasuk berisiko tinggi, namun memiliki keuntungan besar.

Menurutnya, semua posisi harus diperhitungkan dengan cermat dengan memperhitungkan analisis fundamental dan teknikal. "Meski indeks memiliki peluang keuntungan yang cukup baik, tetapi harus diakui saat ini kontrak berjangka emas merupakan primadona seiring kenaikkan tren harga emas yang positif dalam beberapa waktu terakhir," ujarnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA