Musim Kemarau, Kelompok Tani Mekar Wangi Kabupaten Bandung Masih Bisa Panen

Bandung Raya

Selasa, 17 September 2019 | 12:28 WIB

190917122856-musim.jpg

Engkos Kosasih

PADA musim kemarau ini, kelompok tani Mekar Wangi Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung masih bisa panen raya di lahan pertanian padi seluas 47 hektare dari 58 hektare, Selasa (17/9/2019).

Panen padi organik masa tanam 2018 ini dalam upaya mendukung upaya khusus (upsus) padi jagung dan kedelai (pajale). Panen padi organik ini bersamaan dengan gelar teknologi pasca panen, sehingga dalam panennya tidak lagi manual untuk mengurangi kehilangan atau losis bulir padi yang dipanen. Menggunakan alsintan, panen padi organik itu menghasilkan gabah kering panen 6,9 ton per hektare, sedangkan dengan cara manual 5,9 ton per ha.

Pada panen padi organik itu langsung dilaksanakan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Ina Dewi Kania, M.P., Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bandung H. Nono Sambas, jajaran Muspika Cicalengka dan kelompok tani Mekar Wangi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. H. A Tisna Umaran, M.P., melalui Ina Dewi Kania mengatakan, kelompok tani Mekar Wangi masih bisa melaksanakan panen raya pada musim kemarau ini. Sedangkan di tempat lain tak panen karena kekeringan.

"Kita juga melihat tanaman padi yang dipanen ini tak ada  hama yang tak bisa dikendalikan. Panen raya di musim kemarau ini, dalam kondisi keterbatasan air. Panen ini juga berkat dukungan dari pemerintah dalam memberikan bantuan alsintan dan pipanisasi, sehingga petani bisa tanam dan panen," sebut Ina.

Melihat kenyataan tersebut, Ina bersama para petani sangat bersyukur karena bisa melaksanakan panen di musim kemarau. Apalagi pada 2019 ini, masuk musim kering cukup panjang. Sebelumnya, pada September sudah mulai turun hujan, namun saat ini diperkirakan hujan mundur satu bulan hingga Oktober mendatang.

"Karena ada dampak perubahan iklim, sehingga musim hujan terlambat 30 hari dan diperkirakan awal musim hujan pada Oktober," katanya.

Ina mengatakan, pada September tak ada hujan, para petani masih bisa diuntungkan karena sudah beres panen. Namun setelah panen, ia berharap, para petani jangan membiarkan lahan kosong.

"Setelah panen segera laksanakan olah tanah dan lakukan penanaman, supaya di musim kering bisa panen. Kita masih punya musim hujan panjang, sampai bulan Mei nanti ada air dan bisa tanam. Diingatkan, para petani untuk segera berembuk lagi untuk melaksanakan pertanaman," ungkapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA