40 Anak di Desa Narawita Alami Stunting

Bandung Raya

Senin, 16 September 2019 | 17:55 WIB

190916180148-40-an.jpg

suaratani.com

Ilustrasi.

PEMERINTAH Desa Narawita Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung sedang berusaha menekan angka pertumbuhan stunting (pertumbuhan seseorang yang tidak sesuai dengan usianya) pada anak-anak. Stunting itu salah satunya disebabkan oleh pola hidup, dan kurang asupan gizi makanan.

Pjs. Kepala Desa Narawita Wahyudin mengungkapkan, Desa Narawita merupakan salah satu desa di Kabupaten Bandung yang penduduknya masih mengalami pertumbuhan stunting.

"Saat saya menjabat Pjs Kepala Desa Narawita pada Desember 2018, tercatat sebanyak 40 warga dengan usia 8 tahun ke bawah mengalami pertumbuhan stunting," kata Wahyudin kepada galamedianews.com di Desa Narawita, Senin (16/9/2019).

Menurut Wahyudin, dengan adanya angka stunting tersebut, pihaknya menjalin koordinasi dengan para kader dan petugas kesehatan untuk menurunkan angka stunting melalui sosialisasi pola hidup sehat.

"Alhamdulillah, setelah ada pola gerakan hidup sehat, sebanyak 40 anak yang dikategorikan stunting bisa ditangani secara perlahan-lahan dalam kurun waktu selama enam bulan. Salah satunya penangannya melalui pemberian asupan gizi atau pemberian makanan tambahan di pos gizi kepada anak-anak stunting tersebut. Mereka diberi makanan tambahan selama 10 hari setiap bulannya selama enam bulan," jelas Wahyudin.

Dari 40 anak yang masuk kategori stunting, lanjut Wahyudin, kini hanya tersisa 10 orang lagi masih kategori stunting pertumbuhan badannya. Sedangkan yang 30 orang sudah bisa ditangani melalui penerapan pola hidup sehat dan pemberian makanan tambahan berupa asupan gizi makanan.

Wahyudin menyebutkan, anak-anak yang mengalami pertumbuhan yang tak diharapkan itu, bukan karena faktor ekonomi. Pasalnya, di antara orang tua mereka berasal dari keluarga berkecukupan secara ekonomi.

"Ini disebahkan karena faktor ketidakpahaman pola hidup sehat. Walaupun di antara mereka ada warga miskin, meski mayoritas ekonomi mereka berkecukupan," katanya.

Editor: Dadang Setiawan

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA