Dinas Koperasi UMKM Kota Bandung Bentuk 8 Koperasi di Tempat Ibadah

Bandung Raya

Senin, 16 September 2019 | 17:37 WIB

190916173815-dinas.jpg

DINAS Koperasi Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Bandung telah membentuk 8 koperasi di tempat ibadah pada 7 Kecamatan. Pembentukan koperasi ini merupakan bagian dari mewujudkan 1 koperasi di setiap tempat ibadah di kelurahan.

Diantaranya Koperasi Munsolkanas Kelurahan Cipaganti, Koperasi Nurul Hikmah Kelurahan Rancameong, Koperasi Baitul Makmur Kelurahan Batununggal dan sejumlah kelurahan lainnya.

Kepala Dinas Koperasi UMKM, Atet Dedi Handiman mengatakan bahwa peranan koperasi di tempat ibadah, merupakan upaya mendorong peranan tempat ibadah tidak hanya aspek hubungan manusia dengan Tuhan, tapi juga hubungan manusia dengan manusia. Sehingga tempat ibadah menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Selain itu, terbentuknya koperasi di tempat ibadah ini memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya, melayani kebutuhan usaha simpan pinjam dan kebutuhan konsumsi anggota juga masyarakat sekitar.

"Untuk terealisasinya kegiatan tersebut perlu adanya sinergi dengan bagian Kesra dan Dewan Masjid serta tempat ibadah lainnya di Kota Bandung," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, pendirian koperasi di tempat ibadahjuga bagian dari mewujudkan Visi Kota Bandung Tahun 2018-2023 yaitu “Terwujudnya Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis“. Melalui visi tersebut, salah satu misinya yaitu membangun perekonomian yang mandiri, kokoh, dan berkeadilan.

Tak hanya koperasi di tempat ibadah, Dinas Koperasi UMKM Kota Bandung juga menggiatkan pembinaan koperasi yang telah berjalan.

Sejak menunjuk Koperasi Keluarga Besar Al-Muttaqin Kecamatan Sukajadi sebagai pilot project Koperasi Juara pada Desember 2018, Dinas Koperasi UMKM telah membina 18 koperasi agar menjadi Koperasi Juara. Hal tersebut, dilakukan sejak Februari hingga Agustus 2018.

Atet menuturkan, penentuan kriteria koperasi juara di antaranya, memiliki badan hukum koperasi, memiliki sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK), mengalami peningkatan jumlah anggota, dan menandakan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap manfaat koperasi.

"Koperasi juara juga harus menyalurkan dana sosial dan dana pembangunan daerah kerja di lingkungan Koperasi berdomisili, dan menjadi lembaga yang bisa mereduksi kemiskinan masyarakat sekitar," terangnya.

Sedangkan di bidang UMKM, Dinas Koperasi UMKM juga telah berupaya mewujudkan Janji Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung dalam pemberdayaan ekonomi dan kreatifitas masyarakat (Co-Working space). Salah satunya dengan mendampingi para pelaku usaha.

Pendampingan untuk Co-Working Space dilaksanakan kepada 120 UMKM mulai sejak April di 6 kecamatan yaitu Kecamatan Cidadap, Rancasari, Bojongloa Kaler, Mandalajati, Sukajadi, dan Kecamatan Cicendo. Pendampingan ini akan terus berlangsung hingga November mendatang. Total Dinas Koperasi UMKM mendampingi sebanyak 240 UKMK.  

Dikatakannya proses membangun perekonomian yang mandiri, kokoh, dan berkeadilan akan terus berlanjut. pada tahun 2020 mendatang, Dinas Koperasi UMKM telah merancang sejumlah rencana aksi.  

Diantaranya, target Koperasi Juara tiap Kelurahan sebanyak 25 koperasi, serta meningkatkan keberadaan koperasi juara melalui program dan kegiatan fasilitasi akses pembiayaan dan promosi produk koperasi.

Sedangkan rencana target Koperasi Juara di Tempat Ibadah Tiap Kelurahan sebanyak 25 Koperasi, serta meningkatkan legalitas badan hukum koperasi di tempat ibadah.

"Untuk target Pendampingan Co-Working Space di 6 Kecamatan serta mendorong keberadaan Co-Working Space yang sudah terbentuk agar menjadi sarana bagi wirausaha muda dan baru dalam mengembangkan usahanya," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA