Egg Banking Jadi Alternatif Bagi Wanita Karir

Bandung Raya

Minggu, 15 September 2019 | 15:42 WIB

190915153011-egg-b.jpg

Rio Ryzki Batee

KEBUTUHAN memiliki keturunan seringkali mengalami kendala, ketika wanita berada pada usia diatas 35 tahun karena kesuburan sel telur yang terus mengalami penurunan. Persoalan ini, sering dihadapi oleh wanita karir, yang terlalu sibuk dalam pekerjaannya.

Muncul program Egg Banking (Penyimpanan Sel Telur) dinilai dapat menjadi alternatif, bagi wanita yang memilih ingin berkarir terlebih dahulu. Sehingga sel telur yang diambil pada masa paling subur, yakni 20-30 tahun, dapat digunakan walau sudah diatas umur ideal tersebut.

"Jadi ketika masih ingin berfokus pada karir, bisa menyimpan sel telur dengan kualitas bagus, sehingga tidak menghambat ketika ingin memiliki keturunan. Karena ketika sudah umur 35 tahun keatas, kualitas sel telur sudah jauh menurun dibanding sebelumnya," ungkap Kepala Cabang Bandung Morulaivf Melinda Bandung, Dr. Susan Melinda kepada wartawan usai Talkshow 'EGG BANKING' di Hotel Grand Preanger, Jln. Asia-Afrika, Kota Bandung, Minggu (15/9/2019).

Menurutnya, Egg Banking merupakan pengambilan sel telur dari indung telur wanita, yang kemudian dibekukan untuk menjaga kelayakannya dan disimpan sampai siap untuk digunakan di masa depan dalam perawatan fertilasi in vitro (IVF) atau bayi tabung. Dalam rangka untuk mencapai suatu kehamilan.

Dikatakannya, Egg Banking ini juga dapat digunakan untuk menjaga kesuburan pasien yang menjalani perawatan medis yang agresif, seperti kemoterapi. Termasuk pada pasien yang ingin mempertahankan kesuburan mereka saat ini untuk memulai rumah tangga dikemudian hari.

"Berdasarkan American Society for Reporoductive Medicine. Egg Banking memiliki tingkat keberhasilan yang baik, menghasilkan kehamilan dengan rata-rata sekitar 55 persen kasus," katanya.

Kendati demikian, diakuinya bahwa program ini masih sedikit dilakukan karena kurangnya informasi atau pengetahuan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya terus secara masif mensosialisasikan program ini kepada masyarakat luas.

"Di Indonesia ini baru yang pertama kali, dan sedang terus informasikan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran akan metode yang lebih baik untuk memperoleh keturunan, terutama bagi wanita karir maupun yang memiliki perawatan agresif," tambahnya.

Editor: Dadang Setiawan



Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA