Dua Bayi 'Misterius' di Cileunyi Kini Dalam Kondisi Sehat

Bandung Raya

Jumat, 13 September 2019 | 21:07 WIB

190913210903-dua-b.jpg

Engkos Kosasih

DUA bayi perempuan 'misterius' yang ditemukan warga dalam kondisi masih hidup di pinggir jalan di wilayah hukum Polsek Cileunyi, kini dalam konsidi sehat.

Ke-2 bayi tersebut ditemukan masing-masing di pinggir jalan di Komplek Perumahan Permata Biru Blok T2, RT 03/RW 29 Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Rabu (4/9-2019) malam lalu. Sementara bayi kedua ditemukan dua tahun lalu, tepatnya di pinggir jalan Pandanwangi RT 03/RW 14, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi pada 9 Desember 2017 lalu pukul 21.30.

Bayi yang ditemukan di Komplek Permata Biru terbungkus jaket parasut hampir sepekan sempat dirawat oleh Santi (50) penduduk setempat. Sementara bayi yang ditemukan di Jalan Pandanwangi kini dirawat Syamsudin (36), warga Komplek LDII RT 04/RW 14, Desa Cileunyi Wetan, orang yang pertama kali menemukan bayi tersebut. Bayi ditemukan di kantong keresek.

"Tiga hari lalu, bayi yang hampir sepekan dirawat sudah diminta oleh pihak berwenang, dari Dinas Sosial katanya. Meski saya ngotot untuk merawatnya, sekaligus untuk mengadopsinya, saya pasrah memberikan bayi malang tersebut," tutut Santi (50) yang merawat bayi tersebut.

Bahkan bayi tersebut oleh dia telah diberi nama, Rianti dalam kondisi sehat.

Sementara itu, Kapolsek Cileunyi, Kompol M. Ali Hanafiah melalui Perwira Unit (Panit) 1 Bimmas, Polsek Cileunyi, Iptu Rina Lestari Jumat (13/9-2019) membenarkan jika kondisi dua bayi perempuan yang ditemukan kini kondisinya benar-benar sehat.

"Jujur, untuk mengadopsi bayi temuan tidak segampang yang kita duga, butuh sejumlah proses yang melibatkan dinas terkait, baik aparat kepolisian, dinas Sosial dengan yayasannya, phisikolog atau pihak pengadilan terkait akta kelahiran. Untuk bayi yang ditemukan dua tahun lalu saja, meski kini sehat dan dirawat oleh orang pertama yang menemukannya, kini payung hukum untuk pengadopsinya belum tuntas," terang Rina.

Didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Cinunuk, Aipda Heri Maryadi dan Serma Zakaria, Polwan yang juga jadi Panwas di Pilkades serentak di 5 desa di Cileunyi mengatakan, dalam mengadopsi bayi temuan pun butuh pekerja sosial (peksos). Termasuk harus detail latar belakang, tujuan dan sisi lainnya bagi calon orang tua adopsi (cota).

"Jika semuanya lengkap yang melibatkan dinas dan lembaga terkait, termasuk cota yang dinilai layak untuk mengadopsi bayi temuan tersebut tak ada masalah. Insya Allah jika ada yang berminat untuk mengadopsi bayi temuan kita akan bantu. Hanya sekali lagi, mengadopsi bayi temuan butuh proses. Apalagi diakui, pelaku yang telah tega membuang bayi tersebut hingga saat ini belum terungkap," kata Rina, Polwan yang basiknya kepolisiannya dibesarkan di reserse, kini di Bimmas yang kerap bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA