Secara Swadaya, Irigasi di Desa Ciheulang Dinormalisasi

Bandung Raya

Jumat, 13 September 2019 | 14:25 WIB

190913142646-secar.jpg

Engkos Kosasih

ANGGOTA DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Partai Golkar H.M. Dadang Supriatna dan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bandung bersinergi dalam penanganan normalisasi irigasi Ciheulang di Desa Ciheulang Kecamatan Ciheulang Kabupaten Bandung, Jumat (13/9/2019).

Normalisasi irigasi Ciheulang itu setelah kondisinya memprihatinkan karena tertutup endapan lumpur, sampah dan ilalang. Sekitar 1.000 warga setempat, jajaran Muspika Ciparay dan Muspida Bandung, serta Pemuda Pancasila, Karang Taruna, Viking, KNPI dan pihak lainnya turut serta melaksanakan swadaya melaksanakan gotong royong sabilulungan ngawangun Kabupaten Bandung.
"Ini merupakan gerakan spontanitas, swadaya melaksanakan normalisasi saluran irigasi Ciheulang, yang sebelumnya tidak terpelihara secara optimal," kata Dadang Supriatna kepada wartawan di sela-sela melaksanakan normalisai irigasi Desa Ciheulang.

Dadang mengatakan, gerakan spontanitas ini, setelah sebelumnya melaksanakan survei lapangan beberapa hari lalu ke lapangan. Ia pun melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat, Sahidin, Jamal, Agus dan tokoh masyarakat setempat.

"Normalisasi irigasi Ciheulang ini merupakan tanggungjawab Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jabar yang harus dilaksanakan berkesinambungan dalam upaya pemeliharaan," kata Dadang.

Namun sebelum ada penanganan dari Dinas PSDA Provinsi Jabar, kata Dadang, pihaknya bersama jajaran Muspida Bandung dan pihak lainnya lebih awal melaksanakan normalisasi irigasi Ciheulang. Karena ia menilai, melalui jakur birokrasi sangat lambat dalam penanganan normalisasil

"Saluran irigasi Cihulang ini sangat strategis dan vital. Saluran irigasi ini mengairi lahan pertanian seluas 4.000 hektare, yang melintasi kawasan Desa Ciheulang, Desa Gunung Leutik, Kecamatan Ciparay dan Kelurahan Bumi Wangi dan Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah. Saat ini, ribuan hektare lahan pertanian padi yang diairi saluran irigasi teknis ini kondisinya mengalami kekeringan karena musim kemarau," jelasnya.

Menurutnya, ribuan hektare lahan pertanian tersebut, saat ini kondisinya terlantar karena kekeringan. Maka, katanya, salah satu upaya untuk menanggulangi kekeringan itu melalui swadaya murni dalam upaya penanggulangan normalisasi irigasi Ciheulang tersebut.

"Alhamdulillah, setelah koordinasi dengan bupati Bandung ada bantuan alat berat backhoe, dan saya sendiri memberikan bantuan dump truk," katanya.
Dadang mengatakan, untuk pengerjaan awal selama satu minggu kedepam, dengan panjang aliran 4 km. Ia berharap, dengan adanya normalisasi irigasi Ciheulang dapat membantu dan mempercepat olah tanah lahan pertanian padi ke depan.

"Saya sebagai anggota DPRD Provinsi Jabar dari daerah pemilihan Jabar 2 siap berjibaku membantu untuk kemaslahatan masyarakat Kabupaten Bandung," ungkapnya.
Ia mengatakan, Dinas PSDA Provinsi Jabar menjadi sorotan warga karena saluran irigasi Ciheulang itu ada pada kewenangan lembaga tersebut dalam pemeliharaannya. Dadang pun berusaha untuk koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, dalam upaya penanggulangan saluran irigasi maupun sungai di Kabupaten Bandung.
"Mari kita sabilulungan ngawangun Kabupaten Bandung," katanya.

Dadang pun menyatakan, saluran irigasi Ciheulang itu harus diperdalam dibagian hilirnya sedalam 4 meter. Saat ini kedalaman saluran irigasi itu antara 1-2 meter, sehingga harus ada penggalian sedalam 2-3 meter. Bahkan kondisi gorong-gorong pun sangat buruk, sehingga menghambat aliran air dan sering terjadi banjir disaat memasuki musim hujan.

"Bagian hilir harus lebih dalam supaya aliran airnya mudah mengalir. Saya pun akan terus melakukan pemantauan, untuk pengerjaan di lapangan," katanya.

Gerakan spontanitas yang dilaksanakan Dadang bersama jajaran Muspida Bandung, Ormas/OKP serta ribuan warga itu, kedepannya akan menjadi PR anggota dewan tersebut untuk dibahas di rapat komisi dan Badan Anggaran.
"Hal yang krusial di Kabupaten Bandung persoalan banjir," katanya.

Pihaknya pun akan melakukan evaluasi dan pemantauan aliran sungai di Kabupaten Bandung yang selama ini menjadi penyebab banjir. Terutama sungai-sungai yang harus ditangani. Di antaranya, persoalan irigasi Ciheulang ini yang saat ini kondisinya buruk dan dangkal karena terjadi pengendapan dan penumpukan sampah.

"Persoalan sampah menjadi persoalan yang serius. Untuk itu, kami berharap kepada masyarakat untuk bersama-sama memelihara saluran irigasi ini setelah dinormalisasi. Jangan buang sampah sembarangan ke saluran irigasi," katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Ciheulang Agus mengatakan, irigasi Ciheulang itu sudah lama tak ada pengerukan atau normalisasi.

"Saat ini, kondisinya selain dangkal, juga penuh sampah dan sering terjadi banjir disaat musim hujan," ungkapnya.

Agus mewakili ribuan warga lainnya di Desa Ciheulang mengucapkan terima kasih kepada H.M. Dadang Supriatna yang sudah mengawali pengerukan dan normalisasi irigasi Ciheulang.

"Masyarakat sudah lama punya cita-cita normalisasi irigasi Ciheulang, dan baru dilaksanakan saat ini setelah ada kepedulian dari anggota dewan Pak Dadang Supriatna," katanya.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA