Satgas Citarum Harum Ajak Masyarakat Peduli Sungai Citarum

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 17:58 WIB

190912175833-satga.jpg

SEBANYAK 100 warga dan karang taruna diberikan wawasan dan pemahaman tentang perwujudkan kepedulian terhadap lingkungan di Ruang Rapat Desa Biru, Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Kamis (12/9/2019). 

Hal itu sebagai bentuk tanggungjawab moral terhadap kebersihan lingkungan, khususnya aliran Sungai Citarum.

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso mengatakan, untuk memulihkan kondisi lingkungan Sungai Citarum, bukan hanya tanggung jawab Satgas Citarum Harum dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung saja, tapi masyarakat pada umumnya. "Pada prinsipnya, kita harus bisa hidup bersih dan sehat," katanya.

Kustomo mengajak masyarakat untuk bersinergi dalam mengatasi persoalan Sungai Citarum. Ia mengatakan, aliran Sungai Cipeujeuh yang mengalir ke Sungai Cipadaulun dan Sungai Cirasea dan bermuara ke induknya, Sungai Citarum.

"Kita menginginkan Sungai Citarum kembali bersih, tidak lagi tercemar sampah dan limbah cair pabrik tekstil," katanya.

Ia mengatakan, pemerintahan pusat atau presiden sampai masyarakat mengharapkan Sungai Citarum kembali seperti dulu. "Kita ingin mengembalikan ekosistem Sungai Citarum. Apalagi keberadan Sungai Citarum sangat vital dan strategis," katanya.

Menurutnya, Sungai Citarum sebagai sumber energi listrik karena ada tiga waduk, yakni Waduk Saguling, Cirata dan Waduk Saguling. Selain itu, sebagai sumber pertanian dan kebutuhan air baku masyarakat DKI Jakarta.

Ia mengajak masyarakat yang berada di aliran Sungai Citarum sepanjang 297 km dari Kertasari sampai Muara Gembong Bekasi untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan.

"Kita jangan mau, Sungai Citarum disebut sebagai sungai terkotor di dunia. Itu sebagai bentuk koreksi bagi masyarakat Jabar. Untuk itu, masyarakat dan pemuda untuk peran serta turun tangan dalam menumbuhkan gagasan dan ide dalam memperbaiki Sungai Citarum," paparnya.

Ia mengatakan, dengan menurunkan Satgas Citarum Harum sebagai langkah terakhir dalam memperbaiki kerusakan lingkungan. Tetapi hal itu membutuhkan peran serta masyarakat dan para pelaku usaha pabrik tekstil di Majalaya dan sekitarnya.

"Kita harus sama-sama mewujudkan dan menciptakan kondisi Sungai Citarum yang bersih dan tidak tercemar limbah. Airnya bisa dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA