Diduga Tercemar Limbah Batubara, Sumur Warga Padalarang Tampak Berminyak

Bandung Raya

Kamis, 12 September 2019 | 17:12 WIB

190912173535-didug.jpg

intisari

Ilustrasi

SEBAGIAN sumur milik warga Kampung Sudimampir RT 01/RW 01, Desa/Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat airnya seperti berminyak. Warga menduga perubahan warna itu disebabkan tercemar oleh limbah batu bara dari pabrik pemcelupan PT HK.

Warga beralasan tempat penyimpanan limbah batu bara berada tak jauh dari perkampungan penduduk. Hanya terhalang jalan.

"Memang tempat penyimpanan limbah batu bara itu masih di dalam lokasi pabrik. Tapi titik buangnya persis mengarah ke perkampungan. Rumah saya yang paling dekat pabrik. Berjarak hanya beberapa meter saja," keluh Bob Sofyan warga Kampung Sudimampir kepada galamedianews.com, Kamis (12/9/2019).

Dia menuturkan sebelum pabrik itu berisi air sumur miliknya jernih. Tapi semenjak pabrik itu berdiri, air sumur warnanya seperti tercampur minyak.

"Kami sekeluarga jadi enggak berani lagi
menggunakan air sumur buat memasak. Mandi pun jadi ragu. Kalau terpaksa ya mandi pakai air sumur berminyak," ujarnya.

Dia dan beberapa warga yang bernasib sama pernah mendatangi pihak pabrik. Mereka berjanji akan memperbaiki tempat penyimpanan limbah batu bara.

"Tapi pada kenyataannya janji itu tidak pernah dipenuhi. Kita khawatir limbah batu bara itu merembes masuk ke dalam tanah dan masuk ke sumur warga. Batu bara kan termasuk limbah kategori B3," ungkapnya.

Ia mengaku sudah melaporkan kasus ini kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat. Diharapkan instansi berwenang ini segera turun ke lapangan.

"Nantinya, apa limbah batu bara itu yang menjadi penyebab sumur warga berminyak atau tifak, yang jelas Dinas Lingkungan Hidup harus turun ke lapangan dulu. Biar semuanya ada kejelasan," harap Bob.

Editor: Endan Suhendra

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA